Saturday, February 9, 2013

Puncak Suroloyo; dream post #4

Sabtu, 9 Februari 2013


Blour, sekarang pukul 1:15 pagi. aku terbangun dari rangkaian mimpi. mimpi kali ini agak mengerikan.

setting pertama. aku ada di ruang keluarga rumahku, dan sepertinya sama-sama malam hari. aku membuka laptop hitam yang jika di dunia nyata sudah rusak. di sini laptop itu bisa menyala. aku menyalakannya, lalu aku tinggal ke kamar mandi sebentar. sepertinya aku menyalakan laptop untuk mengurus pendaftaran SNMPTN. hmm. saat aku kembali dari kamar mandi dan memasuki ruang keluarga, aku melihat ayah ibuku yang duduk di sofa. tiba-tiba saja aku merasakan hawa yang menakutkan. sepertinya ada yang memperhatikanku dari lorong. aku meringkuk dan memeluk ayahku. memberi tahu beliau apa yang aku rasakan. lalu, ayah dan ibuku berpendapat sama, untuk tetap tenang dan tidak ada yang perlu ditakutkan. setidaknya itu yang aku tangkap dari perbincangan kecil itu. namun, ada hal yang masih mengusikku dari lorong itu. benar-benar mengerikan dan sepertinya begitu dekat. lalu, ayahku berkata,"tidak apa. malahan kalau kamu diperhatikan, berikan saja senyumanmu." aku kurang yakin dengan pernyataan beliau. secara aku tidak yakin bisa memberikan senyuman jika aku dalam keadaan seperti itu. apalagi di dalam mimpiku ini "diperhatikan" tidaklah sekedar aku tidak bisa melihat wujud yang memperhatikanku, melainkan aku bisa melihatnya. meski tidak secara keseluruhan, aku hanya bisa melihat wajahnya saja. malah lebih ngeri T_T tetapi, aku pun menurut dan melakukan perkataan orang tuaku. aku melihat ke lorong, dan memberikan senyumku.

setting kedua. ini masih berkesinambungan dengan setting pertama, hanya saja aku berada di tempat lain. sepertinya aku ada di sebuah house party. pesta rumah seperti yang ada di film-film barat itu. hanya saja suasananya masih sama seperti setting pertama mimpiki ini, menakutkan. ada sesuatu yang "amis" yang aku rasakan di lantai atas. aku pun ke sana. entah, padahal pada kenyataanya aku pernah berkata jika aku ada dalam settingan film horror, jika ada suara yang aneh aku tidak mau menghampirinya. well, sepertinya berbeda di sini. sesampainya aku di lantai atas, aku menuju sebuah pintu di ujung koridor sebelah kiri tangga. koridor menuju pintu itu semakin menyempit dan membuatku merasa kalau pintu itu ada di pojok dan jauh dari ruangan manapun. aku mengetuk pintu. pintu dibuka. aku melihat orang-orang berpakaian hitam, tetapi itu memang kostum mereka. seperti saat Halloween. hal yang aku sadari selanjutnya adalah ternyata ruangan itu adalah kamar mandi. aku melihat dibelakang orang yang berdiri mengganjal pintu itu, ada hal yang tidak biasa di dalamnya. ada semacam "penyayatan" untuk mengambil darah. sepertinya aku sadar jika mereka adalah vampir. aku lupa detail selanjutnya, yang jelas aku sudah duduk di sofa salah satu ruangan. aku terlelap di sofa itu. aku mendengar suara dari sebelah kananku, aku tetap memejamkan mata. aku mengenal suara perempuan itu, dia salah satu temanku di SMA ini...Gita. dia bilang padaku untuk tetap tidur. aku tidak terlalu ingat akan perkataannya, yang aku rasakan hanyalah, itu perkataan yang baik. dan ada saat ketika ia menyebutkan perubahan jadwal ulangan Senin. lalu, dari sisi lain ruangan, aku melihat Ambar yang menyalahkan ibunya karena beliau tidak memberi tahu dirinya jika jadwal ulangan Senin berubah.

setting ketiga. aku ada di rumahku. rumahku sedang dipakai untuk pengajian...sibuk. terutama nenekku. beliau memang begitu membantu kami ketika ada acara di rumah. hanya saja sepertinya hubunganku dengan nenekku tidak terlalu baik di sana. aku tidak banyak membantu mengurus acara pengajian itu. hampir semuanya dilakukan nenekku. lalu, aku berdiri di tempat parkir dalam, di depan pintu dapur kecil. aku melihat ke arah utara. setidaknya itulah arah jika aku berdiri di tempat parkir rumahku, tetapi mungkin itu adalah arah Barat dalam mimpiku. aku melihat bulan yang begitu besar. aku takjub. benar-benar takjub. aku memanggil nenekku untuk ikut menyaksikan pemandangan itu. aku memandang bulan itu lagi. anehnya, bulan itu bergerak ke atas dengan kecepatan yang gila. bulan itu semakin ke atas dan semakin mengecil. kini aku melihat bulan itu di sisi lain, bulan itu bergerak ke bawah dan semakin membesar. aku terkejut, aku melihat bulan yang sepertinya adalah bulan yang sesungguhnya. aku pun melihat matahari yang bersinar agak transparan di bagian langit yang mendekati horizon. lalu pandanganku tertuju pada "bulan" tadi yang masih bergerak terus ke bawah. bergerak di antara bulan dan matahari itu. aku pun mengambil kesimpulan bahwa itu Venus. aku melihat gerakan Venus yang berubah, dia berbelok. menuju Bumi. pandanganku mulai dipenuhi debu, lalu bongkahan-bongkahan tanah. aku berlari mendekati nenekku. aku sadar bahwa badanku sudah tidak berbentuk, begitu pula badan nenekku. hanya saja aku tetap menghampiri beliau. aku membopong beliau dan berlari ke luar. anehnya, badan kami sudah kembali seperti semula. nenekku berpesan sesuatu padaku. aku lupa, tetapi yang aku ingat adalah aku menitikkan air mata dan membuat janji pada diriku sendiri,"pokoknya aku harus bisa sampai di Puncak Suroloyo!" begitulah kataku sambil mengepalkan tanganku. aku memelankan lariku saat mendekati jalan raya. aku berada di jalan dari semen di tengah sawah di dekat rumahku. di situ aku memikirkan keadaan kakak perempuanku, karena aku tidak sempat memanggilnya ketika kejadian tadi. saat aku terlarut dalam lamunanku, aku tersadarkan oleh Simbok yang mengendarai motornya dan diikuti Mas Oli.

kemudian aku sudah membuka mataku. sepertinya tubuhku mengatakan padaku kalau aku sudah cukup tidur. sudah saatnya aku bangun untuk yang kedua kalinya. sebelumnya aku terbangun pukul 9 malam. terbangun dari mimpi yang berbeda.

aku masih tersamarkan dari arti mimpiku kali ini. aku masih mencoba untuk menghubungkan semuanya.  masih mencoba untuk menyingkap pertalian korelasinya.

No comments:

Post a Comment