Thursday, December 24, 2015

Lemme Go Abroad

Kamis, 24 Desember 2015


Sore ini mendung Blour, suasananya bikin gampang baper...mendung baper, gerimis baper, hujan deras baper, pokoknya serba baper (baper itu bawa perasaan, mungkin kalau diterjemahkan ke bahasa Inggris jadi emotion leak, soalnya perasaannya ngrembes gitu #krik) ahsudahlah. Ngomong-ngomong sudah di penghujung tahun saja ya tidak terasa. Setelah lengser dari kepengurusan yang aku jalani di kampus, rasanya agak gimana gitu terkadang terlintas juga life goals-ku yang lain yang sempat tak terpikirkan saat aku menjalani kesibukanku sekarang. Salah satunya adalah going abroad, ya, ke luar negeri.

Apakah akan tiba saatnya untukku bisa menggapai tujuan sekaligus mimpiku ini? Kemarin aku melihat postingan teman di instagram, sedang di Thailand, asik tuh meskipun bukan dalam konteks liburan (sepertinya). Selama setahun ini juga ada teman yang update via path sedang di Abu Dhabi, jadi mahasiswa sana ;" Aku yang di sini selama setahun ya cuma bisa kepingin saja, harus menyelesaikan yang di sini dulu baru bisa yang lain. Untuk tahun depan apakah bisa ya, Blour? Semoga masih ada kesempatan sebelum aku lulus :)

Kepingin gitu kan mencoba sesuatu yang baru, di lingkungan yang totally new, dengan orang-orang baru, budaya baru, sistem baru...serba baru, tanpa baper. Masih susah move on dari kenangan-kenangan di sini. Ya tunggu saja Blour sampai saatnya nanti aku menulisimu dari belahan dunia yang berbeda, hihi. Selama itu, aku akan menulis dari sini...hingga tiba waktu untuk mengucapkan selamat tinggal, sampai jumpa, and of course, a proper one..ttyl Blour! xoxo


(np. Inara George - It's Raining; One Direction - Night Changes, Love You Goodbye)

Wednesday, July 15, 2015

-196 Derajat Celcius

Rabu, 15 Juli 2015


Selamat pagi, Blour!

Aku belum pernah menulis apa-apa tentang tempat makan kayaknya hmm. Sebelumnya hanya pernah nulis tentang film, itupun prolognya saja. Okay, jadi berhubung aku sedang ingin bercinta karenaaaa menulis tentang makanan, aku akan menulis pengalamanku nih. Beberapa hari yang lalu, emm kemarin lusa sih sebenarnya, aku pergi ke sebuah tempat makan di daerah Ringroad Utara di Yogyakarta, namanya Zara-Zara Ice Cream. Iya, yang terkenal dengan Liquid Nitrogen Ice Cream-nya itu. Sekarang aku tau kenapa namanya zarazaraln2 atau N2(l) gitu ya kalau penulisan kimianya? Hehehe

Aku belum pernah ke sini sebelumnya, hanya sering lewat saja kalau pulang. Alasan ke sini karena ada yang minta ditraktir es krim gitu hahaha. Karena aku bukan anak dolan (jadi agak udik), akhirnya aku tanya-tanya ke teman-teman. Salah seorang teman merekomendasikan tempat ini ke aku, setelah beberapa ada yang bilang ke aku untuk mencoba Ice Cream Pot yang sedang booming kala itu. Lalu setelah dipikir satu kali dua kali mungkin bisa dicoba kapan-kapan ya es krim potnyaa hehe

Jreng! Pertama kali mendarat di Zara-Zara Ice Cream ini, first impression-ku adalah nice, terlihat nyaman, pencahayaan cukup (memenuhi bagi yang mau foto-foto, haha), dan I like it. Langsunglah kami memesan, tertuju pertama pada menu es krimnya. Rentang harganya lumayan terjangkau untuk standar kedai makanan. Kami memesan Vanilla Peppermint (kalau nggak salah) dan Chewy Bubble Gum untuk es krimnya dengan harga masing-masing 20k. Kemudian kami memesan Fusilli Mushroom, French Fries, dan Beef Rissoles seharga 12k, 10k, dan 15k.

The Famous Liquid Nitrogen! Sayangnya foto yang masih sangat berkabut malah nggak keliatan es krimnya...
Beef Rissoles, French Fries, and the Fusilli Mushroom! Pardon the person before the table :))
Setelah dicicipi nih Blour, kemudian dimakan, rasanya....super! haha. Es krimnya enak, surprisingly, Chewy Bubble Gum-nya punya tekstur agak lengket, benar-benar layaknya permen karet, hanya saja bisa dimakan semua, dan nggak terlalu padat. Ada marshmellow, gimana sih nulisnya? Marshmallow? Oke. Ada sereal coklatnya *ndak sebut merk*, ada chocochipsnya yang warna-warni (?), ada permen kenyalnya kayaknya *ndak sebut merk* (2), dan yang lain-lain entah apa itu enak pokoknya! Wajar lah kalau ini salah satu menu recommended. Kata mbak pelayannya sih selain ini ada juga Crunchy Caramel dan Dark Chocolate Acute yang recommended juga, haha. Menu makanan yang kami pesan juga tak kalah enak! Diantara tiga menu makanan, yang paling aku suka kentang gorengnya, mungkin karena aku lebih biasa makan kentang goreng kali ya..hmmm. Semua ini kalau cuma untuk berdua rasanya agak terlalu banyak dan mungkin nggak begitu cocok dengan lidah Jowo yang kami miliki ini jadi agak eneg juga. Menu teh atau minuman air ---minuman aiiiiiiiiiiiiiiir~ maksudnya yang bukan soda atau jus, minuman yang enteng gituu.. mungkin akan mengurangi rasa enegnya hehehe. Tapii, kalau untuk mereka yang memang hobi makan pasta dan makanan ala-ala Eropa ataaau makanan non-nasi, mungkin bakal fine-fine aja atau malah suka banget sama menu di sini.

Oh iya, Blour! Sayangnya waktu pesan, aku tidak memberi pesan apa-apa ke pelayan, jadi yang pertama datang adalah es krimnya. Aku baru tau juga kalau es krim nitrogen cairnya bakal lumayan cepet mencair ketika nitrogennya sudah habis....atau....es krimnya gampang cair karena makannya berdua aja (?) #eaaaaaaaa. Hmm mungkin space sebelah barat bisa ditanami Sansivieria ya? Biar nyamuknya berkurang gituu, jadi yang jarang mandi golongan darahnya O kayak kami ini, nggak sibuk memburu nyamuk, hahaha. Oh iyaa, di sini juga ada musholla dan toiletnya. Perlu diketahui toiletnya bersiiiih dan wangiii! Nilai plus laaah kalau buat tempat makan kayak gini.

Overall sih, aku rating 4 dari 5. Uyeee! *sok-sok ngasih rating*. Bakal aku naikin jadi bintang 5 kalau porsi es krimnya ditambah dengan harga yang tetap, hahaha. Hmmmm, gitu aja sih, selanjutnya apakah bakal ada postingan tentang makanan? We'll see laaa~ Ttyl, Blour! xoxo

Sunday, June 28, 2015

And V

Sunday, June 28th 2015


Is it normal? Oh, no that's not the question.. Is it acceptable is more of the question.

There have been a lot of thoughts in my mind lately, Blour. Well, not that I have no thoughts in my everyday, it's just sometimes there are times that you have something in particular going on and on and just keep going around like crazy in these narrow head of ours, or is it? Too much heart involved, and a little sprinkles of soul. *sighs* There's this feeling, that you wanted to have something so badly, is it envy? No, I guess not, envy is when you want the same thing that you don't have but others have. Well, practically others have it, no matter what they are, what they they look like, or how they work things out and stuffs. *scoffs* ...and that's really not happening in my life. You know, Blour, that's the thing, that's the...you know...the thorn in my feet, the grudge in my throat, or even the butterfly in my guts.

source: http://tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/FriendlessBackground
Sometimes, I envy people, for them who doesn't need to try so hard to fit in and to them that finally fit in. No pretending. Good job society.


(Now Playing: Colbie Caillat - Try)

Wednesday, December 24, 2014

Eksistensi, Frekuensi, Kontradiksi

Rabu, 24 Desember 2014


hai Blour, beberapa orang mungkin menghabiskan malam pada tanggal ini dengan berkumpul bersama keluarga mereka, di rumah, atau di tempat lain. Tidak begitu berbeda denganku, aku berada di tempat lain, dan bersama keluarga...yang lain.

Singkat cerita, mengenai suatu tempat di Jogja, tempat nongkrong atau meet up dengan siapapun itu yang pertama kali aku tahu eksistensinya ketika aku masih usia 15 tahun, kurang lebih. Tempat yang biasa saja menurutku, standar, tetapi tetap teguh berdiri di tengah keramaian kota, dengan beberapa pengunjung yang datang dan pergi. Tidak sepi, tidak begitu ramai, lebih ramai lingkungan di sekitarnya.

Dahulu, pertama kali aku ke sini, aku sempat berpikir bahwa tempat ini mungkin tidak akan bertahan cukup lama, tetapi siapa sangka, sekarang berkembang sangat jauh dari pertama kali aku ke sini. Mungkin ini kedua atau ketiga kalinya aku mengunjungi tempat ini. Cukup nyaman kok, meskipun cukup bising seperti yang telah aku sebutkan. Ditemani segelas eskrim yang setengah penuh dan tiga roll sushi yang belum termakan, juga lagu yang diputar tidak sesuai dengan genre-nya, tidak masalah.

Aku berpikir, apakah orang-orang di sekitarku sekarang sering datang ke tempat ini? Apakah mereka pelanggan tetap yang selalu menyempatkan diri untuk datang ke tempat ini? Mungkin tidak, siapa yang bisa melakukan hal seperti itu? Once in a while, ketika pergi ke suatu tempat, sepertinya akan lebih menyenangkan ketika mendapatkan suasana baru. Bukan begitu? OH? Bukan ya? Tapi seperti itu yang aku pikirkan, Blour.

Aku tidak habis pikir dengan orang-orang yang selalu pergi ke tempat yang sama, bahkan terhadap Ted Mosby and the Gang. Frekuensi yang terlalu sering, atau itu saja yang aku lihat atau yang diceritakan? Mungkin aku akan merasa aneh ketika selalu datang ke tempat ini lagi dan lagi, bosan. Itulah mengapa aku butuh interval...atau mungkin tidak. Interval mungkin tidak se-membantu itu. Ada faktor lain, bukan, bukan tempat lain yang menjadi faktor lain, tetapi aku sendirilah yang menjadi faktor itu. Ketika aku sudah merasa berbeda dengan tempat ini, rasanya akan tetap berbeda, berapa lama aku mengubah interval untuk ke sini, merubah frekuensi, atau merubah destinasi.

Kontradiktif, memang.

Thursday, December 18, 2014

7 Menit Hingga Kelas Selanjutnya

Kamis, 18 Desember 2014


Selamat pagi, Blour! Sudah lama sekali aku tidak mengisi dirimu. Kian banyak cerita yang mungkin akan segera hilang ditelan waktu. Rasanya waktu berjalan begitu cepat dengan banyak sekali kejadian di dalamnya. Aku bingung mau menulis apa.

Sekarang tinggal 7 menit hingga kelas selanjutnya dimulai. Kelas pertama tidak terikuti olehku, sayang sekali. Intermezzoku kali ini hanya untuk selayang pandang padamu, tidak untuk yang lain, bahkan yang telah lama tidak bersua denganku. Kata "pada awalnya" memang cukup miris untuk diketahui keberadaanya, tetapi semua sudah terjadi dan sekarang seperti ini.

Kuharap kau baik saja dengan ini, Blour... 09.09 let me go...

Saturday, June 14, 2014

Brace Your Soul(s)!

Sabtu, 14 Juni 2014


Selamat menjelang siang, Blour! Salam semangat dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan yang sedang menguatkan jiwa untuk menghadapi minggu-minggu penuh ujian. For your information, kami belum menempuh minggu tenang kami, akan tetapi mulai hari Senin, deretan ujian telah menunggu, responsi tepatnya.

Seringkali aku mendapatkan pertanyaan yang intinya,"Responsi itu apa?" Jadi, Blour, responsi itu adalah ujian praktikum. Kalau fakultas yang tidak ada praktikum, mungkin namanya ujian praktik. Semacam menguji apakah ketika kami praktikum itu memperhatikan atau tidak. Kemarin ini juga baru saja dilaksanakan Responsi Fisiologi Veteriner I yang mungkin akan dianggap kurang berhasil oleh asisten karena salah satu mahasiswanya ada yang menulis 20 menit itu 1/5 jam *ehem* #topikkemarin

Anywaaaaaaaaaaay, hari ini rencananya mau mencicil belajar untuk ujian-ujian itu, dan pada kenyataannya berakhir dengan aku menulis di kamu, Blour, tanpa pencapaian apapun kecuali postingan ini dan kemajuan di permainan Facebook, iya, Dragon City *sebut merk*. Bahkan baju kotorku pun masih terbengkalai ha ha ha.

Oh iya, Blour, nanti rekan-rekan dari UKM Swagayugama juga akan mengiringi Pentas Perpisahan SMA Taman Madya Ibu Pawiyatan Taman Siswa yang berkolaborasi dengan siswa SD dan SMP yang ada di sekolah tersebut, bertemakan Dolanan Anak, dan bertempat di Pendhapa Taman Siswa pukul 7 malam (semoga tidak ada yang salah penyebutan) Kebetulan saya akan ikut main~ dan anggap saja ini juga pentas. So, this would be my third performance as a pengrawit. If you want to come and watch, please do :) Kalau tidak salah, acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Yeay~ Malah semacam promosi kan... :|

So.. there're a lot to be done. Pelajaran pada hari ini sih, kalau sudah (ter)bangun di pagi hari, segerakan beraktivitas, bukan malah tidur lagi dan bangun lagi untuk kedua dan ketiga kalinya. Biar waktunya tidak terbuang percuma hahaha haha haha ha. That's all, Blour. Ttyl dan semangat~! xx

Wednesday, June 11, 2014

Sorry

Tuesday, 11 June 2014



I'm sorry, for being a weakling.
I'm sorry, for being a worry in your mind.

I'm sorry, for being your loved one.

You saw me with those eyes of both caring and upset, but you still did favors for me, as what you might be afraid of was losing me or seeing me in trouble... or you just simply wanted me to shut up and bother you no more. I acted strong, but strong doesn't always suit me. So I acted calm, but it overwhelms you. So I stopped, because me too, I do too, care to you.