Tuesday, January 21, 2014

Rangers Januari

Selasa, 21 Januari 2014


Selamat malam, Blour! Today is simply a good day, alhamdulillah :D Hari ini salah satu Rangers ulang tahun, Ade Rizal Hazmi~ Sekarang yang paling pah poh di antara kami sudah berusia 19 tahun haha.

Pagi betul kami ke rumah Ade buat ngasih surprise. Perjuanganku bangun jam setengah 5.10 PAGI di saat liburan -_- Well, itu dari janjian yang jam 5 harus udah sampai rumah Malinda sih ._. alhasil ada 3 miscall dari Rini, 2 miscall dari Aziz, 1 miscall dari Malin dan 1 received call dari Malin, sepertinya tidak perlu membalas berapa pesan yang masuk via whatsapp :)) Haduuuh maafkan saya u,u Saya cukup sulit untuk bangun pagi :| Kemudian hanya dengan bermodal tampang ganteng dan bersih habis cuci muka pun aku menerjang angin dingin daerah Sleman barat ke utara...

Jreng! Sampai juga di rumah Malin sekitar pukul 5:45. Sampai di sana nggak langsung cus ke rumah Ade, tapi ngeteh super panas mewah dulu, tehnya dituangin ke cawan dulu baru diminum :3 Ketemu Kyukyu juga kalau namanya salah jangan jeburin aku ke kolam nila ya Mal -_- Setelah menghangatkan jiwa (?) kami berangkat menuju Perum Dayu Permai, blok dan nomor tidak perlu disebut ya, demi keamanan dan kenyamanan haha.

Sumpah ini keliatan enak banget. The cupcakes!
Iklan cupcakes! haha

Sekitar pukul 6:10 kami sampai di sekitaran rumah Ade dan mencari spot parkir yang kira-kira nggak bakal ketahuan sama Ade. Tuktuk, kami berjalan diam-diam mendekati rumah Ade...dan fail, ternyata di depan rumah Ade sudah ramai saja :| Ternyata teman-teman kuliahnya Ade~ cie asik banget jadi kamu, De haha. Oh, ternyata Malin kenal mereka...nggak jadi fail. Kami mengambil jalan lain, melobi salah satu civitas rumah Ade (?) dan menyusup masuk tanpa menimbulkan kegaduhan seperti apapun haha.

On the move

Lalu 6:18-6:19 kami mendatangi Ade yang sudah lebih dahulu diselamati oleh teman-teman kuliahnya~

Nah ini dia! Dari kiri itu Ade, Yoga, Taufan, Ardika, Ajeng, Audi, dan Tabita :D
Prosesi tiup lilin
Ini sebenarnya cuma Aziz (kiriyang minta foto sama cupcakesnya, tapi yang lain ikut dan fotonya bagus.
AKU ORA MELU. FINE.
YAY!
#ciaaamoment

Selanjutnya kami menikmati hidangan. Malin gaya banget pakai acara mual gitu, modusnya sih cupcake nggak cocok buat sarapan, tapi dia mualnya pas ngeliat aku yang notabene belum mandi sudah ganteng ini, sial -_-

Giliran sudah cukup dengan yang manis-manis, kami menuntut sesuatu yang asin. Ade nawarin mau sarapan apa, Rini jawab,"Sushitei" yang kemudian didukung oleh Tabita. Namun berujung pada Soto Campur di daerah situ -_- But finally! Sarapan! :D

Setelah itu Yoga, Taufan, Ardika, Audi, Ajeng, dan Tabita pulang dan kami berlima kembali ke rumah Ade, mau pamit gitu ceritanya, tapi ternyata orang tuanya Ade sudah berangkat kerja...sepertinya. Alhasil kami menjajah ruang tamu dan mengobrol ngalor-ngidul hingga akhirnya kami pulang dan kembali ke rumah masing-masing atau menuju acara masing-masing.

Ah senangnya~ Terima kasih Ade Rizal Hazmi! Selamat ulang tahun dan semoga hidupmu dianugerahi banyak berkah, aamiin. Jangan lupa bersyukur :) Semoga lancar kuliahnya juga! :DD


Eits, belum selesai. Ternyata yang ulang tahun di bulan Januari ini tidak hanya Ade, tapi Malin juga haha, Malinda Zhara Kusumawardani. Sebut tanggal nggak nih? Nanti kalau ketahuan kamu tua gimana Mal? haha Bertempat di destinasi pasta sekitar Jalan Solo, dikoordinatori oleh Ade dengan beberapa kekonyolan yang menjadi penyempurna kelakuannya (?). Bersama Grace, Eric, dan Monic. Here are the pics!

La tarte~
Making a wish or more!
Group pic! Tanpa Grace yang sudah pulang dan saya yang memotret

Buat Malin, selamat ulang tahun! Semoga cepat lulus sesuai rencanamu, kalau udah lulus jajain kita lho! haha atau bikinin tiramisu buatku, atau battle bikin sus sama Aziz :)) Wish you well and wish you the best :)

Love you guys! Bonne nuit! xx

Monday, January 20, 2014

Boost!

Senin, 20 Januari 2014


Bonsoir, Blour! :D Sugeng dalu~ Selamat hari libur yang ke-10! Masih cukup lama hingga tanggal 17 Februari 2014 dan memulai kembali aktivitas akademis. Rasanya belum siap aja kalau seandainya tiba-tiba besok sudah kembali masuk kuliah dan...ada kuis dadakan review materi semester lalu, DHUWEEEER gitu kalau kata Garin haha.

Anyway, that is quite far from reality. So let's move to what happened today?

Hari ini bangun cukup pagi, sekitar pukul 4 karena rumah sudah cukup ramai saja. Mbak Qisthi mau PKL kunjungan industri jadi bapak dan ibu mengantar sampai, stasiun...eh kampus <<< barusan tanya ibu Hati-hati dan semoga semuanya lancar! Tapi aku tidak ikut mengantar since badan sedang meriang dan minta rehat...well, antara meriang dan semalam begadang sih :|

Setelah melakukan rutinitas pagi, ada tendensi untuk mengonsumsi sesuatu yang hangat. Akhirnya menyeduh susu ditambah madu soalnya ene*rgen-nya habis. Tadi sempat berpikir juga apakah mengonsumsi glukosa, fruktosa, dan laktosa secara bersamaan baik untuk kesehatan bahaha sempat banget -_- Setelah itu...emm, setelah itu kegiatannya akan membosankan untuk diceritakan, ya kurang lebih seperti ini: ngutak-atik laptop --> makan --> ngutak-atik laptop --> desperate pulsanya habis --> ngutak-atik laptop yang entah gimana ini caranya biar bisa diinstall-in aplikasi dan tidak hilang kemudian kalau di shut down --> daftar staf pengurus harian Swagayugama --> ngutak-atik laptop --> ke Perpustakaan Pusat UGM dan bikin presentasi jurusan ke SMA tanggal 25 Januari besok.

Kemudian waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang kurang beberapa menit, waktunya latihan karawitan! Hingga saat ini lebih sering nabuh (memainkan) bonang barung, kalau tidak ya bonang penerus tergantung kelengkapan personil. Jadi tadi diajari nabuh dengan cara imbal. Aku masih belum paham definisi imbal, tapi kalau dari Buku Kuning a.k.a Buku Kuning (?) imbal adalah "teknik memainkan nada bergantian dengan nada yang dipukul berbeda. Biasanya dimainkan antar-demung dan/atau bonang penerus dan bonang barung." (Tim Penerimaan Anggota Baru Karawitan Swagayugama, 2013). Belum paham -_- tapi sangat enak didengar~ Pertama tahu tentang imbal itu tepat pada pertemuan sebelumnya yang mana sebelum aku latihan sempat chatting dengan Mbak Yuni Purwanti, kakak angkatan sekaligus senior di Swaga dan ketika itu Mbak Yuni juga membicarakan tentang imbal. Mungkin memang sudah saatnya saya mengetahui apa itu imbal :))

Memang tidak mudah, but that challenges me even more!! So watch me! Semoga semangatku tidak luntur di tengah jalan, itu yang penting.


Nah, ini gambarnya. Kalau menurut pengamatanku, beda dari kedua jenis instrumen di atas itu ukurannya. Bonang penerus relatif lebih kecil, begitu pula pemukulnya. Selain itu cara menabuhnya (dengan cara dipukul) pun berbeda. Sejauh yang saya pelajari, jumlah ketukan bonang penerus lebih banyak, yaitu dua kali ketukan bonang barung.

Sepertinya itu saja, I've got to go to sleep, satu menit lagi tanggal 21 Januari 2014 :)) Ttyl, Blour! xo

Pertanyaan Hati

Rabu, 17 Juli 2013


Are we moving? Or... Are we just forgetting?

Belum lama aku terusik akan kalimat itu. Kalimat yang dimunculkan oleh diriku sendiri. Kemudian aku menyadari bahwa moving on dan melupakan itu memiliki garis batas yang kentara meskipun begitu dekat. Untuk beberapa kali mungkin aku berkata aku sudah move on, tapi kini aku mempertanyakan hal itu.

Hal yang cukup bodoh dan membuang-buang waktu sepertinya, apalagi dengan keadaanku yang sekarang ini...tetapi jika pikiran hanya diam, sulit untuk membiarkan pikiran ini untuk tidak menyeberang.

Kemudian aku mengingat, bahkan lebih dari itu. Aku membayangkan apakah ketika aku diungkitkan kenangan dengan mereka yang memiliki kenangan denganku atau bertemu secara tidak sengaja atau aku mengunjungi saksi(-saksi) bisu yang menjaga memori itu...apakah yang akan aku rasakan? Akankah aku merasa biasa saja? Akankah aku merasakan sesuatu yang menggelitik meskipun hanya sejenak? Atau...atau aku bahkan tidak mengingatnya sama sekali?

*sigh* Pertanyaan terakhirku terdengar begitu hampa, terasa bukan manusia dan kejam, tapi cukup benar jika dilihat dari sudut pandang tertentu.

Ini hanyalah guritan-guritan pikiran semata, tapi mungkin ada yang berpikiran sama.

Sial

Sabtu, 26 November 2013


...sialnya image-mu telah berubah begitu saja. Kiranya aku bisa melihatmu tak berbeda. Kiranya aku bisa tetap netral dan tanpa rasa. Kiranya aku tidak akan merasakan apa-apa. Kiranya aku tidak akan terusik akan rasa curiga. Kiranya aku bisa melihatmu apa adanya. Kiranya image-mu akan sama, tapi sialnya image-mu telah berubah begitu saja.

Sunday, January 19, 2014

Diseruduk

Minggu, 19 Januari 2014


Selamat sore, Blour! So what happened today was quite exceptional. Seharusnya aku ada latihan karate jam 7 pagi di gelanggang atau ikut bantu-bantu acara Dog Run di Kaliurang, tapi pada akhirnya aku tidak mengikuti keduanya karena badan sedang meriang dan minta rehat lebih lama...atau sama seperti biasanya.

Lalu tiba hingga beberapa puluh menit yang lalu, ketika mbakku pulang dari resepsi pernikahan temannya, dan kemudian bertanya,

"Kamu hari ini ngapain aja?"
"Nggak ngapa-ngapain."
"Mbok ya kamu itu bersih-bersih kamarnya masmu itu lho. Sampai bapak bilang ke aku apa kamu itu nggak bisa ngapa-ngapain, apa kamu itu cuma bisa belajar."

Ya kurang lebih begitu. Sangat menusuk, tapi menggugah. Apa iya aku cuma bisa belajar dan tidak bisa melakukan apa-apa? Iya kalau nilai UASku kemarin ini bagus...kalau tidak? Ya aku berarti tidak bisa melakukan apapun -_- (naudzubillah, semoga hasilnya baik). Ditambah juga, kegiatanku selama liburan ini were nothing to be proud of...aku ngapain aja coba? Bahkan rencanaku di postingan sebelumnya pun belum mencapai 10%.

Lalu setelah itu aku langsung mengiyakan dan mulai bersih-bersih. Sekarang kamar masku sudah cukup bersih pada bagian rak buku dan permukaan yang perlu dibersihkan. Mau ngepel, tapi kayaknya pembersih lantainya habis. Lagipula masih ada lebah-lebah yang harus aku usir dulu dan masih dalam proses penentuan cara yang tidak perlu membunuh mereka, but that would be another story to tell.

Jadi, sepertinya aku harus lebih melatih insting pada sekitaranku. Good luck for everything, for everyone! xo


PS: Mind the new appearance of my blog, saya harap tidak terlalu buruk. Cheerio! :D

Tuesday, January 14, 2014

Panutan

Selasa, 14 Januari 2014


Selamat pagi, Blour! Telah lama aku meninggalkanmu tidak tergores. Sekarang sudah memasuki masa liburan semester bagi kami yang telah selesai menempuh Ujian Akhir Semester. Sembari menunggu hasil perjuangan kami, ya bisa dibilang kami mendapatkan waktu untuk beristirahat dan memperbaiki diri. Ada di antara kami yang telah memiliki segudang agenda untuk direalisasikan, ada diantara kami yang memiliki agenda yang sudah ter-cancel, ada yang belum memiliki agenda, dan ada pula yang masih mengikuti aliran waktu dan menentukan agenda ketika waktu terus berjalan.

Pilihan masing-masing orang memang berbeda. Kalau aku sendiri, Blour. Semua opsi tadi sudah aku miliki dan untuk opsi terakhir, baru tadi pagi aku memikirkannya. Rencananya selama liburan ini aku mau merekap pelajaran semester lalu, mengulangnya hingga paham. Jujur saja, ini telah terjadi semenjak aku masih duduk di bangku sekolah. Bahwa pelajaran yang aku terima akan berlaku dan terasah ketika menjelang ujian, setelah itu? Serasa sangat sedikit yang telah aku pelajari. Rasanya ingin untuk bangun setiap pukul 3 pagi dan kemudian bisa menjadi orang yang lebih dari sebelumnya.

Anggap saja ini salah satu resolusiku untuk tahun Masehi yang masih baru ini. Aku juga ingin lanjut menulis, menorehkan yang sudah aku lalui dan rencana yang sudah aku buat. Aku tidak ingin lupa.

Ingatkan aku akan memoriku, karena aku bukan orang yang rajin menulis.

Terima kasih, aku bersyukur aku memiliki panutan yang baik. Aku bersyukur memiliki motivasi.

Selamat Hari Maulid Nabi Muhammad SAW :)

Wednesday, December 18, 2013

Destiny Brain-storm

Rabu, 18 Desember 2013


Sudah H-3~ Duh, haha sek jadi nggak fokus nanti.

Jadi sore ini setelah praktikum mata kuliah KHU 1051 IPUK tentang ruminansia di KP4 UGM, beberapa PULUH mahasiswa FKH turun lunch di lantai 3 sebuah mall di daerah Jalan Jenderal Sudirman dengan hina bangganya masih mengenakan baju lapangan ala hansip ijo-ijo dan mendominasi sekitar 5 petak meja, meskipun terpisah. Ini merupakan pengalaman entah ke-berapaku dengan berseragam-hina-ria menuju tempat umum. Yah ini cukup membuat kami berandai-andai untuk mendatangi salah satu tempat umum hanya untuk makan dan bercengkerama dengan mengenakan jas dokter di kemudian hari, amin, haha.

Fokusnya bukan di situ sih, Blour. Cerita intinya itu terjadi sewaktu aku sudah kembali ke fakultas tercinta bersama Garin yang nebeng aku. Kami sudah menunggang kendaraan kami masing-masing dan siap untuk pulang ke rumah, tapi apa daya, suatu topik yang telah dibicarakan selama perjalanan tadi muncul lagi ke permukaan dan bercabang meluas hingga masalah takdir yang dibicarakan ketika kuliah agama minggu lalu, sepertinya. Percakapanku dengan Garin mengerucut hingga masalah jodoh, segala sesuatu yang diciptakan berpasang-pasangan, dan orang yang baik akan mendapatkan orang yang baik juga sebagai jodohnya. Bahwa kiranya takdir itu mengikat dua orang yang telah dijadikan jodoh untuk satu sama lain. Kiranya orang yang menjadi jodoh itu tidaklah baik dari awalnya, tetapi karena keberadaan jodohnya itulah yang membuat mereka saling memperbaiki diri.

Hal itu cukup melegakan dan memberi pencerahan atas keruwetan kinerja takdir. Bukannya bagaimana, entah ini terlalu radikal atau kesannya menyimpang karena berspekulasi tanpa adanya tafsir yang begitu mantap. Lagipula ini hanyalah percakapan antara dua mahasiswa. Kemudian selain itu, aku juga berimajinasi akan semesta ini yang memiliki story line-nya sendiri, memiliki play book-nya sendiri. Mungkin prologue-nya memang mungkin sudah seharusnya begitu, tapi bagaimana kita, manusia, menjalani tiap-tiap chapter itulah yang akan menentukan epilogue dari tiap bagian. Seperti, mungkin memang sudah seharusnya Indonesia memiliki kesempatan untuk melakukan proklamasi, hingga golongan muda pun bertindak dan kemerdekaan pun dapat kita miliki. Kami pun mengingat akan pentingnya do'a dan ikhtiar...

Sekadar intermezzo, kemungkinan pemikiran-pemikiran semacam ini muncul semenjak aku bermain game, game RPG, contohnya Final Fantasy Tactics Advance beberapa tahun yang lalu, dan masih ada hingga sekarang. Bagaimana aku dihadapakan dengan berbagai misi dan merupakan pilihanku sendiri untuk bermain seperti apa.

Kembali lagi, kami pun merasa cukup untuk membicarakan hal takdir. Sepertinya semakin kami bicarakan, semuanya semakin sulit untuk diraih dengan pikiran. Hal yang begitu memesona dan menakjubkan atas kehendak-Nya it is. Subhanallah. Wallahu a'lam.

Sebenarnya masih banyak lagi hal yang kami bicarakan, tetapi tidak akan aku tulis semua padamu. Then again, ini hanyalah percakapan antara dua mahasiswa. Terlalu banyak yang ingin kami pahami, terlalu sedikit yang kami ketahui. Well, Blour, kurang lebih pasti sudah pernah mendengar mengenai "...urusan hasil serahkan yang Kuasa, sekarang berusaha yang terbaik saja." I think I'm gonna stick with these words. Good luck for your life yah! xx