Showing posts with label tentang teman. Show all posts
Showing posts with label tentang teman. Show all posts

Wednesday, September 23, 2020

Aku, Buku, dan Kamu

Rabu, 23 September 2020

        Selamat sore, Blour. Kembali lagi bersama saya dalam tantangan menulis 30 hari yang tersendat-sendat. I am your one and forever author, Faiz Mahfudz, kali ini saya akan menulis tentang my favorite book. To be honest, I don't read a lot of books. Not that I don't want to, but every time I read, I immediately switch to power saving mode, even just a page and I will sleep in no time. Ehm. Aku salut kepada orang-orang yang bisa membaca dengan senangnya, tanpa rasa kantuk dan distraksi lainnya. Sepertinya aku pernah mencuitkan kalimat tadi. Why? Aku juga ingin bisa merasakan kenikmatan dalam literasi.
        Sejauh ini, buku yang selesai aku baca hanya dua...sepertinya...Eragon dan Call Me by Your Name. Aku meminjam novel Eragon dari teman SMAku dan aku selesai membacanya dalam tiga bulan ahahaha. Aku pun tertarik membacanya setelah menonton filmnya di televisi. Like wow, I really hope that there will be sequels like the books, but I dunno, doesn't look like there will be any πŸ˜” Saat membaca, ada kalanya aku mengulang dari awal karena aku lupa cerita sebelumnya. Aku juga membaca sembari membayangkan karakter dan latar yang diceritakan, jadi lebih lama. Bayanganku cukup terbantu dengan visualisasi yang aku peroleh dari film. Kemudian, berbeda dengan Eragon yang bergenre fantasi dan petualangan, CMBYN adalah novel drama romansa. Yup, aku tertarik membaca bukunya karena aku begitu menyukai filmnya. Mulai dari teaser, official trailer, kesedihan saat tidak lulus tayang di Indonesia (we been knew), sampai akhirnya aku bisa menulis review singkat wkkwkw. Tentu saja, seperti saat aku menonton filmnya, I am devastated after reading the book, I mean e-book. Now I have two other books, Xenoglosophilia (it's almost two years since I bought it lol and I haven't finished it) and Filosofi Teras, a  birthday present from my ex which I haven't even started.
        Eh! I forgot. I did read other books! Sewaktu SMA aku ada tugas untuk menulis mmmm ringkasan? atau resensi ya? Sepertinya ringkasan...novel berbahasa Inggris (tugasnya Ms. Tri itu guys). I picked By the Shores of Silver Lake, pinjam di Perpustakaan Jefferson a.k.a Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Prov. DIY bersama mantan (yang lain). Saat itu masih masa-masa pendekatan malah wkwkkw. Anyway, novel itu menceritakan tentang perjalanan sebuah keluarga yang pindah saat sang ayah mendapatkan pekerjaan. Kata guruku sih ceritanya agak membosankan karena (memang) konfliknya sedikit, saat aku membacanya juga disertai rasa kantuk. It was not really a good choice for that assignment, karena aku jadi harus memutar otak cukup jauh agar bisa memenuhi format tugasnya. Ah, seandainya aku sedang ada di rumah, ingin kufoto dan kuunggah di sini tugasnya.
        Buku satu lagi adalah novel remaja(?) atau kumpulan cerita ya? Lupus. Aku lupa judul lengkapnya, tapi aku meminjamnya dari perpustakaan sekolah saat aku masih duduk di bangku SMP, sepertinya bergenre komedi. Aku hanya ingat aku sering menahan tawa saat perjalanan pulang (naik bus). Novel itu menemaniku untuk beberapa hari antara Jogja dan Seyegan (ciaaaa). Dalam buku itu banyak sekali lelucon garing yang kuanggap sangat lucu kala itu (now I know where my cheesy sense of humor came from).
        Oke, sepertinya itu dulu cerita antara aku dan buku. Favoritku? Seperti halnya para mantan, masing-masing buku memberikan kesan tersendiri padaku. Kalau misal aku masih sayang, ngapain udahan? #lamismodeon #fucekboy #soklaku TIDAAAK TIDAK, bercanda sayang~~~ πŸ™ˆ Biar adil aku bikin honorable mention saja:
Another fantasy-adventure novel. Sepertinya kepunyaan ibuku.
Novel pertama yang kubaca dalam bahasa Inggris.


Genre teenlit(?). Punya kakak perempuanku.
Novel pertama yang kubaca dalam bahasa Indonesia.


Thursday, September 10, 2020

Unspeakable Timeskip

Kamis, 10 September 2020

        Hey, Blour! Should I write or mention my best friend(s) here? Apa tidak terlalu banyak? Hahaha. Nggak sih, aku cuma punya beberapa sahabat saja. Tapi biarkan aku menulis satu saja ya, please, kalian yang tidak kusebut di sini tolong jangan coret aku dari daftar pertemanan kalian u,u Karena ini sudah pukul 11.18 WIB, mohon dimaklumi kalau saya tidak bisa menulis banyak. Ini saja aku tidak yakin bisa selesai sebelum berganti hari, tapi akan saya coba.
        Who is my best friend? Siapa lagi kalau bukan, Mono. Ealah, Mon. Kamu geli nggak baca ini? Atau kamu merasa tersipu malu? Ah pasti iya, aku tahu hahaha. He is by far the only person who knows me better than anyone else meskipun sepertinya aku tidak mengetahui dia lebih baik dari orang lain teman macam apa aku ini? tentu teman yang tidak tahu diri ahihihi. There are things that he doesn't know about me tho, because I feel like, I still need a privacy for myself. Kita pernah ngobrolin ini saat masih SMA, inget nggak? And I also respect his privacy too. Kalau dia mau cerita ya monggo I will listen, kalau tidak ya, aku tidak memaksa kecuali kalau dia terlihat seperti ingin dikorek wkwkwk.
        Pertama kenal gimana? monmaap ini malah kayak acara reality show Ya, dulu kenal pas satu kelas pendalaman materi. Kemudian dari pencarian sarung tangan, long story short, sampai sekarang (timeskip 10 tahun). Pernah berantem? Tidak hanya berantem lagi, Blour, pernah sampai tidak kenal satu sama lain saat kuliah. Punya kehidupan sendiri-sendiri, drama-dramaπŸ’©(mohon maaf kepada berbagai pihak yang terkena dampak), tapi siapa sangka? Setelah semua itu, kami bisa tetap berteman, maybe even closer than before and I actually feel grateful about that. Because I'm telling you, I am a shitty friend. Kadang aku terlalu egois, mau enak dan menang sendiri, but I'm trying to be a friend worth cherising, so....yeah.... *awkward smile*
        Apa yang membuatku dulu mencoba reaching out lagi? Karena aku berpikir dan merasa aku akan menyesal jika kehilangan seorang teman --so dear to me-- for whatever reason started the gap. Padahal kami banyak hal in common. So, yeah, I am glad I reached out that time. Iya kan? Aku yang gerak duluan kan ya? Tapi ya tidak akan bisa sampai sekarang kalau dia tidak memperbolehkannya. Mungkin karena perselisihan yang dulu terjadi pula, kami bisa sampai sekarang. Entahlah, mungkin memang seharusnya melewati fase itu.
        Oke deh, agak lewat beberapa menit karena harus mencari foto ikonik dulu :)) Sebagai penutup, kepada pihak-pihak yang terlibat, tolong jangan bully saya, aku mutungan 😠 wkwk. Peace, love, and gaul ✌
foto ikonik yang dimaksud (2014)

Thursday, September 3, 2020

Starstruck Lokalan

Kamis, 3 September 2020

        Selamat sore, Blour~ tidak biasanya aku menulis di sore hari begini. Biasanya kejar tayang, menulis di malam hari melawan kantuk dan kenyataan bahwa esok harinya aku harus bangun pagi. Sebelum bercerita, aku ingin berbagi gambar makanan. Makan siangku tadi, salad :) Wadidaw sehat sekali bukan? Berhubung hari ini aku bekerja di kantor tengah kota, mumpung lah ya, mumpung ada promo juga (tetap sahabat promo). Saladnya cukup pricey sebenarnya, dari saladbites.id, jadi aku cari-cari dulu ukurannya seberapa. Setelah beberapa pertimbangan, akhirnya aku pesan.

South-iest Western (Chicken) Salad Wrap. Contains mixed green, chicken, tomato, onion, feta, corn, red cabbage, apple, crisp with orange balsamic dressing~

        It looks enticing, right? (well, for me) dan tidak sedikit! Kenyang :) Rasanya juga enak. Dressing untuk salad ini adalah balsamic orange and it does taste good!!! Aku akan semakin suka kalau agak lebih banyak. Sayurnya banyak.....πŸ˜’.....haha don't look at me like that πŸ™ˆ Daging ayamnya empuk dan juicy, ada rasa manis dan sedikit asam dari jagung juga dressingnya. No regrets! I will definitely reorder and try for other menu πŸ₯— tidak dalam waktu dekat sih, hahahaha.
        Anyway, let's move on to the topic, a memory. Uh....actually, what I wrote earlier is enough, right? Tapi memang awalnya aku pengen menulis sebuah kenangan di masa aku SMA, so, here it is. Wait, lemme put on a song to help me remember. It's raining too, btw.
        Jadi, ketika aku SMA, I have a huge huge crush on someone. Like enormous. Sepertinya aku sudah pernah menyebutkan ya, Blour, aku bisa tidak suka dengan seseorang hanya dengan sekali lihat dan itu juga berlaku dengan rasa suka pantes ieu mah gampang pisan buat baper *kemudian mengingat-ingat apakah ini sudah pernah aku tulis* well, screw it. Jadi ya, pertama kali aku melihat dia ketika aku masih kelas X. Anjir lah, Blour, kamu tahu kan bagaimana rasanya melihat orang yang begitu charming? Serasa ada efek slow motion dengan filter dreamy, fokus, satu titik hanya itu titik itu tidak bisa berkata-kata, hanya diam dan memandang diikuti berbagai imajinasi apabila aku dan dia bisa berteman aaaaaaaa monangis yuyurrrr *ehem* baik. Kenapa berteman? Ya, menurutku berteman saja cukup. Untukku membuka obrolan saja rasanya seperti mempersiapkan diri sebelum lomba pidato, bagaimana dengan lebih dari teman? Tidak, itu tidak sehat untuk kejiwaan saya, terima kasih :) I have thrown away the thought, but if it is possible I am so okay and ready, anytime. *here comes inconsistency* Hal yang kuanggap memori hanya beberapa, karena memang kami jarang bertemu atau berada di satu tempat yang sama (selain itu sih, kan tidak tentu apa yang kuanggap spesial ini, spesial untuk dia yato yato yato).
        Memori ini terjadi di masjid sekolah. Yep, I know, judge me. Hari itu sudah sore, kebanyakan siswa sudah pulang. Aku? Sebagai siswa wibu yang kebetulan mengetahui username dan password guru untuk akses wi-fi sekolah berdiam di kelas untuk mengunduh anime/manga/film sampai aku lelah bahkan sampai diusir oleh bapak satpam :) Oke baik. Sekolah belum akan ditutup, Blour, masih banyak anak ekstrakulikuler juga yang beraktivitas. Karena aku merasa sudah cukup, aku ke masjid untuk salat, sebelum nantinya pulang. Tap tap tap tap, bukan main taptapheros ya, ini suara berjalan, sampailah aku di masjid. Lihat kanan kiri...kemudian, mataku terpaku pada sepasang sepatu. Sepatu siapa lagi? :)) Anjir lah creepy abis sampai hafal sepatunya yang mana. Welp, aku ada hal lain yang lebih creepy dari itu *breathe* :) Sudah kan, aku wudu, salat dan berharap setelah selesai dia masih ada di serambi...
        EH? Masing dong wkwkkw sampai typo, masih maksudku. Doki doki doki doki, aku sapa, hai. Kemudian kami salaman, cukup lama, sambil ngobrol basa-basi juga. WOEEEEEYYYY INGET LU DI MANA HEEE tersulut api neraka itu tangannya Ahahaha ya gimana ya, ketemunya di sana. Kalau tidak aku manfaatkan, kapan lagi? Untung tidak ada suara assholatu khairum minas salaman *inside joke anak smada dengan sedikit perubahan* Yaaaa kurang lebih begitu, Blour. Kami berpisah dan aku berjalan menuju tempat parkir dengan muka bloon, mengulang-ulang apa yang baru saja terjadi di kepalaku. Rasanya tidak ingin kucuci tanganku, ah tapi tidak apa bekas tangannya tercuci, asalkan memoriku tidak hiya hiya hiya. Apa kabar ya dia sekarang? Semoga pandemi ini segera berakhir, I am looking forward to reunian smada.

Thursday, January 30, 2014

Day Out: Tamansari Water-castle and More!

Kamis, 30 Januari 2014


Haha, hello, Blour! :D Hari ini sudah hampir berakhir dan today was quite a day~

first photo! btw rambutku baru :3

Jreeeeng! Kami sedang berada di...mmm...aku tidak tahu nama bangunan tempat kami berfoto ini, mungkin cakruk (?) yang jelas ada di Tamansari Water-castle, Jogjakarta!! ...biasa aja sih ya ._. Nah aku di sini selain menjadi fotografer, juga bisa dibilang guide gadungan dari dua temanku yang kampung ini :)) Ida dan Azizah yang notabene sebagai warga asli Jogja baru pertama kali ini ke Tamansari -_-

Awalnya aku diajak hari Rabu, tapi ya, sepertinya aku ada acara...acara nyelo di rumah hahaha. Terus akhirnya ke Tamansari hari Kamis~ Tiket masuk cukup Rp 4.000,00 saja dan kalau teman yang mengajak anda sedang mendapat rezeki, bolehlah anda meminta traktir :))

sudah keluar dari terowongan dan selfie dulu haha

Tujuan kami ke sini sebenarnya tidak begitu jelas. Hanya sekadar experiencing Tamansari plus the story which resides within. Sebagai situs bersejarah, Tamansari memiliki daya tarik tersendiri terhadap turis asing maupun turis lokal. Entah itu ketertarikan budaya atau ketertarikan untuk berfoto-foto semata. Jika anda ingin mengetahui lebih lanjut, anda bisa segera datang ke Jogjakarta dan menyewa salah seorang tour guide yang ada di tempat dengan harga yang belum saya ketahui :)) OR! or you can just hire your completely-understand-about-culture-and-history-friend to be your tour guide, so you won't need to spend some cash for the explanation. Atau bisa juga dengan mengikuti rombongan turis yang sudah menyewa tour guide dan "eavesdropping" mode: ON! hahaha

on the stairs of Sumur Gumuling
where the four staircases meet, there are us! #pretbanget
on the ruins of...uh...okay next photo :|
on the same ruins...mungkin namanya Bangunan Kenongo

Kami menyusuri mungkin hampir setiap situs yang ada, bahkan hampir tersesat di perumahan warga ._. Tapi tidak mengapa, mumpung bisa, jadi dipuas-puaskan saja asalkan tidak melanggar peraturan ;) Kami berfoto cukup banyak. Cukup menyesal sebenarnya karena tidak membawa kamera yang lebih mantab.

sekarang harganya sudah Rp 6.000,00 :(

Setelah puas, kami melanjutkan ke Malioboro Mall untuk mendinginkan diri dengan menikmati es krim di siang yang terik ini~ Kebetulan karena besok adalah Tahun Baru Imlek, ada acara lomba menyanyi untuk anak-anak, lucu-lucu :)) Juga ada ini! hoahaha

photobooth baru~
muka Gatotkaca-nya turun :))

Siang ini kami tutup dengan Mie Ayam Tunggalrasa di depan SD Ungaran. Pertama kaliku makan mi hijau dengan mangkuk yang bisa dimakan :3 Mungkin hari ini juru masak mi ayamnya sedang ingin nikah...........asin banget kuahnya :|

segini Rp 9.000,00

Senang sekali~ Terima kasih untuk hari ini ya, Da, Ziz~ Kemana selanjutnya? haha :D

Wednesday, January 22, 2014

Soloooooooo! dan Kami ber-6!

Rabu, 22 Januari 2014


Bonsoir, Blour! J'ai pris un bain~ Semoga tidak rematik ya, since sudah pakai air hangat juga haha. Jadi hari ini aku tamasya ke Solo. Jalan-jalan bersama beberapa anak REST: Risa, Azizah, Dita, Intan, dan Dheny. Rencananya mendadak juga, hanya spontanitas, tetapi alhamdulillah berjalan cukup lancar menyenangkan hahaha

Tanggal 21 Januari kami mendapat sms dari si bos Risa kalau kumpul di Stasiun Tugu pukul 8.30 karena kereta berangkat pukul 9.21 dan dipersilahkan untuk membawa hal seperlunya. Sewaktu hari-H, well, what do you expect from me? Aku sudah bangun sih beberapa jam sebelum jam yang ditentukan, tapi ya...ya...belum siap bangun saja sepertinya :| Akhirnya pukul 7.40 aku benar-benar bangun dan sempat update di Path kalau sudah awake ini harus disebut, soalnuya tadi diungkit-ungkit di stasiun -_- Pukul 8.00 aku baru mandi dan selesai 15 menit kemudian, lanjut makan dan ngasih makan Ste, terus ngeluarin jemuran, terus berangkat hanya dengan membawa kamera dan perlengkapannya + satu botol minum pada pukul 9 kurang.....Rada terlalu nyantai sepertinya, atau lebih ke nggak sadar waktu :|

Lalu,
8.55 Risa: Parkiran. Ini mau beliii. Km dimana iz?
8.58 Aku: baru mau sampai pingit
8.59 Risa: Cpt. Berangkt jam 9.10

WHUUUT??! Maju 11 menit...mati -_- gimana coba aku sampai stasiun dengan waktu yang sesingkat itu... tapi aku keep calm, kalau aku panik malah bisa-bisa nggak selamat di jalan kan iya ini pembelaan, pembelaan yang nggak valid soalnya akunya yang molor. Jadi dengan kecepatan yang sejadi-jadinya aku melesat menuju stasiun dan GREAT! Saya terhalang palang pembatas penyeberangan rel kereta api~ tepat di pintu gerbang stasiun~ Itu sudah pukul 9.10 dengan pernak-pernik notifikasi missed calls sebanyak 7 panggilan dari bos Risa... Gembeeeeeeeel nggak selesai-selesai -_- Malah kereta yang maju itu mundur lagi, semacam test drive, tapi ya kenapa maju sampai depan gerbang........why.......

Setelah palang pembatas diangkat dan kendaraan sudah boleh lewat, aku langsung menuju parkir inap entah itu benar atau nggak. Sepertinya benar, soalnya bakalan lebih lama kalau ke parkiran biasa (harus bayar tiket dulu). 9.16 Aku selesai memarkirkan motor, langsung bergegas ke stasiun, aku lari, tapi,"Awas sepur! Awas!" btw ini nadanya datar tapi penekanannya dapet banget (?) SET! Aku berhenti di sebelah selatan rel kereta. Sebenarnya kereta merah yang akan berangkat itu masih cukup jauh dan sebenarnya aku bisa menerobos, tapi tidak, aku tidak mau membuat masalah. Akhirnya aku menunggu hingga kereta itu melewatiku. Lalu aku berlari sekencang-kencangnya! Beberapa muka familiar, Risa, Aziz, dan Intan. Tiga muka familiar terlihat sedang menunggu di pintu masuk. Aku tersenyum, lalu
"Tiketnya hangus." kata Risa.
"EH....?"

Dengan masih berusaha mengatur nafas, aku terbengong-bengong.
"Keretanya udah berangkat." kata Aziz.
"Hah? Iya? Terus gimana?" balasku.
"Yaudah naik kereta selanjutnya" sahut Risa.

Ngg....ngg...aku menurut saya, since sudah sangat lama semenjak terakhir aku naik kereta api. Untungnya mereka nggak apa-apa, ah kalian kece sekali, aku nggak perlu ganti uang tiket kalian :" Ya walaupun aku yang nantinya harus membayar tiket pulang, tidak apa, aku sudah bersyukur *nangis haru*

Tiket baru~


Kereta selanjutnya berangkat pukul 9.50. Sebelumnya aku sempat bingung karena aku tidak melihat Dita ataupun Dheny, ternyata...mereka sudah berangkat lebih dahulu #ciyeee dan berdua saja #ciyeee *nggak sadar salah siapa* Ternyata mereka berangkat dengan kereta merah marun yang melintas ketika aku sudah memarkirkan motor tadi :||| Nasiiiiiiiib -_- Kemudian Risa menyeletuk,"Jadi yang kayak di 5cm itu nggak berlaku di sini." Hahaha, untuk catatan: pintu kereta sudah tertutup secara otomatis ketika kereta akan berangkat. tergantung kereta dan kelasnya juga sepertinya. 

Sudah hampir pukul 9.50, kereta sudah stand-by dan kami masuk ke dalam gerbong lantas mencari tempat duduk sesuai tiket. Sebenarnya tempat duduknya tidak jadi satu booth, ada yang di 9D, tapi karena booth yang ditempati sebagian besar dari kami masih kosong, aku menduduki tempat itu. Ya kalau ada yang punya baru aku pindah. tapi pada akhirnya ketika kalau tidak salah sampai Maguwo, ada ibu-ibu muda yang notabene pemilik kursi saya... untungnya beliau memilih untuk bertukar tempat duduk. Saya hanya bisa berterimakasih :"

Kami menghabiskan waktu perjalanan dengan mengobrol panjang lebar :)) Keadaanku yang sebelumnya sangat excited karena akhirnya naik kereta api juga setelah bertahun-tahun tidak naik kereta pun tergeser dengan kesenangan bertemu teman-teman kembali :3


Sekitar pukul 11 kami turun di Stasiun Purwosari dan bergabung dengan Dita dan Dheny yeaaaaay! :D Ya aku mendapat cacian lagi...dan diungkit-ungkit lagi... #AkuRapopo

Lalu kami berjalan sejenak, bertanya dimana Paragon berada, dan akhirnya naik angkot dengan tarif Rp 18.000,00 untuk enam orang. Setelah sampai, sing......sepi sekali tempat ini :| Kami tidak lama berada di sana, karena memang tidak ada destinasi khusus maupun tendensi untuk shopping. Alhasil kami langsung mencari destinasi lain dan terpilihlah Kraton Surakarta Hadiningrat sebagai tujuan selanjutnya setelah sebelumnya ada usul ke Taman Balekambang yang berjarak lebih kurang 35 kilometer dari tempat kami berada *menurut peta*. Kami memutuskan berjalan menuju Kraton karena sudah cukup hedon dengan uang yang telah dikeluarkan untuk transport apalagi kehangusan tiket sebelumnya *dibahas lagi*.

Setelah berjalan sangat cukup lama dan sudah dihantui rasa lapar dan waktu yang sudah cukup melewati waktu masuk sholat dzuhur, kami mengganti tujuan untuk mencari makan terlebih dahulu dan kemudian sholat karena sholat akan berkurang kekhusyuk-annya ketika dalam kondisi lapar haha :))

Kami menyusuri sepanjang Jalan Slamet Riyadi dan melewati banyak situs menarik. Ada Taman Sriwedari, Museum Radya Pustaka, Museum Batik Kuno Danar Hadi, dan Patung Slamet Riyadi. Akan tetapi yang membuat kami waspada adalah kondisi lalu lintasnya, ya bisa dibilang cukup mengerikan...untungnya ada trotoar lebar di selatan jalan :)


Patung Slamet Riyadi

sepeda dan becak pun bisa lewat sini~

Mari memilih! *bukan slogan pemilu*
Hingga tibalah kami di perempatan patung Slamet Riyadi dan menuju arah selatan, menuju Alun-Alun Lor (Alun-Alun Utara). Kami heran, sebenarnya kami di sini mencari makanan, tapi kami malah menemui toko optik yang banyak......terlampau banyak sepertinya untuk radius sebesar itu. Kan nggak lucu kalau harus makan beling -_- Tapi ada destinasi baru! Taman Kuliner Galabo (Gladag Langen Bogan). Akhirnya kami bisa beristirahat sejenak dan makan siang~ Aku pesan kupat tahu telur, dan yang lain kecuali Dheny pesan bakso kuah, please, jauh-jauh ke Solo makan bakso kuah ._. but it's okay. It's a free choice. memesan kupat tahu biasa.

selamat makaaaaaaaaan~

Rencananya mau beli es otong dan leker tradisional juga...tapi sepertinya sudah tidak memungkinkan, jadi kami memutuskan untuk sholat di Mesjid Ageng Surakarta dengan membelah Alun-Alun Lor~

backgroundnya puing-puing Sekaten

Kami melanjutkan perjalanan ke Kraton Surakarta dan ternyata loket sudah tutup -_- Aku kira masuk Kraton tidak perlu tiket...Akhirnya kami hanya mengabadikan momen dan menunggu angkot untuk membawa kami entah kemana.

muka-muka habis jalan entah berapa kilometer dan berakhir naas

Rencana selanjutnya menuju Taman Sriwedari, tapi setelah mengobrol dengan Dheny sebagai pembribik mas-mas supir angkot, kami disarankan untuk pergi ke Taman Balekambang dengan membayar Rp 40.000,00 untuk enam orang. Awalnya rada gimana soalnya tarif biasa jasa angkot Rp 5.000,00 padahal angkot sebelumnya ketika kami ke Paragon adalah Rp 3.000,00 saja...tapi akhirnya kami give in dan ya sudahlah kami menerimanya.

we've arrived!!

Sampai! 14.48 kami tiba di Taman Balekambang, tempat yang begitu nyaman piknik atau mungkin hanya sekadar bersantai atau juga berfoto.

@ bangku taman *bukan nama group band*


with a deer!

selfie time :3

mukanya Dita priceless banget :))

15.15 Hujan mulai turun :( Kami terpaksa menyudahi kunjungan kami ke taman tersebut dan berjalan menuju Stasiun Solobalapan. Namun kami terhentikan oleh hujan karena tidak ada yang membawa payung -_- dan terpaksa berteduh di salah satu rumah yang cukup meragukan untuk dijadikan tempat berteduh.

Sekitar pukul 15.25, hujan mulai reda dan kami memutuskan untuk menuju stasiun. Perjalanan cukup jauh, pukul 15.54 kami baru tiba di stasiun. Selama perjalanan tadi, beberapa sempat curhat dan tertinggal cukup jauh dari yang lain, tetapi tidak masalah :)

ternyata sewaktu aku membeli tiket mereka berfoto-foto ria...

Giliranku membeli tiket! 6 tiket Prameks menuju Jogja total harga Rp 60.000,00 Aku bertanya tempat duduk kita nomor berapa pada teman-teman, dan oh ternyata tidak ada nomor kursi, kami harus dhisik-dhisikan atau siapa cepat dia dapat tempat duduk.

tiket sudah di tangaaaan! :D

Keberangkatan kereta mundur sekitar 10 menit, coba saja ketika tadi berangkat dari Jogja juga seperti ini...diungkit lagi...aku kena lagi -_- Selama perjalanan 5 orang temanku ngobrol asyik dan aku tidur asyik saja (?) :3 Semoga aku tidak tidur dengan posisi yang aneh...haha

17.40! Kami tiba di Stasiun Tugu dan langsung mencari mushola untuk sholat ashar ._. Risa pulang duluan karena sudah dijemput dan kebetulan sedang tidak sholat, jadi tidak apa.

Setelah selesai sholat dan menyelesaikan masalah finansial, kunci motornya Dheny tidak ada! :| Bingung dan merasa panik, kami langsung menuju tempat parkir, berharap motor Dheny masih ada di sana... Alhamdulillah, kunci disimpankan oleh penjaga parkir :' Lalu kami pun pulang. Oh iya, fyi aja, aku nggak bayar biaya inap motor :3 mungkin sudah rezeki :))

18.45 Alhamdulillah aku sudah sampai rumah. Lanjut meng-upload foto dan menikmati sisa hari ini :) Pengalaman pertama pergi ke Solo, pengalaman pertama ketinggalan kereta, pengalaman naik kereta dengan sistem yang sudah berbeda, dan pengalaman-pengalaman lainnya juga ditambah adanya kawan-kawan...kurasa it covers the less good things that happened today.

Semoga pengalaman hari ini bisa menjadi pelajaran. Acara pergi selanjutnya harus lebih siap yaps! Thanks for today guys!! Enjoy the happines~ xo

welcome hometown <3

Tuesday, January 21, 2014

Rangers Januari

Selasa, 21 Januari 2014


Selamat malam, Blour! Today is simply a good day, alhamdulillah :D Hari ini salah satu Rangers ulang tahun, Ade Rizal Hazmi~ Sekarang yang paling pah poh di antara kami sudah berusia 19 tahun haha.

Pagi betul kami ke rumah Ade buat ngasih surprise. Perjuanganku bangun jam setengah 5.10 PAGI di saat liburan -_- Well, itu dari janjian yang jam 5 harus udah sampai rumah Malinda sih ._. alhasil ada 3 miscall dari Rini, 2 miscall dari Aziz, 1 miscall dari Malin dan 1 received call dari Malin, sepertinya tidak perlu membalas berapa pesan yang masuk via whatsapp :)) Haduuuh maafkan saya u,u Saya cukup sulit untuk bangun pagi :| Kemudian hanya dengan bermodal tampang ganteng dan bersih habis cuci muka pun aku menerjang angin dingin daerah Sleman barat ke utara...

Jreng! Sampai juga di rumah Malin sekitar pukul 5:45. Sampai di sana nggak langsung cus ke rumah Ade, tapi ngeteh super panas mewah dulu, tehnya dituangin ke cawan dulu baru diminum :3 Ketemu Kyukyu juga kalau namanya salah jangan jeburin aku ke kolam nila ya Mal -_- Setelah menghangatkan jiwa (?) kami berangkat menuju Perum Dayu Permai, blok dan nomor tidak perlu disebut ya, demi keamanan dan kenyamanan haha.

Sumpah ini keliatan enak banget. The cupcakes!
Iklan cupcakes! haha

Sekitar pukul 6:10 kami sampai di sekitaran rumah Ade dan mencari spot parkir yang kira-kira nggak bakal ketahuan sama Ade. Tuktuk, kami berjalan diam-diam mendekati rumah Ade...dan fail, ternyata di depan rumah Ade sudah ramai saja :| Ternyata teman-teman kuliahnya Ade~ cie asik banget jadi kamu, De haha. Oh, ternyata Malin kenal mereka...nggak jadi fail. Kami mengambil jalan lain, melobi salah satu civitas rumah Ade (?) dan menyusup masuk tanpa menimbulkan kegaduhan seperti apapun haha.

On the move

Lalu 6:18-6:19 kami mendatangi Ade yang sudah lebih dahulu diselamati oleh teman-teman kuliahnya~

Nah ini dia! Dari kiri itu Ade, Yoga, Taufan, Ardika, Ajeng, Audi, dan Tabita :D
Prosesi tiup lilin
Ini sebenarnya cuma Aziz (kiriyang minta foto sama cupcakesnya, tapi yang lain ikut dan fotonya bagus.
AKU ORA MELU. FINE.
YAY!
#ciaaamoment

Selanjutnya kami menikmati hidangan. Malin gaya banget pakai acara mual gitu, modusnya sih cupcake nggak cocok buat sarapan, tapi dia mualnya pas ngeliat aku yang notabene belum mandi sudah ganteng ini, sial -_-

Giliran sudah cukup dengan yang manis-manis, kami menuntut sesuatu yang asin. Ade nawarin mau sarapan apa, Rini jawab,"Sushitei" yang kemudian didukung oleh Tabita. Namun berujung pada Soto Campur di daerah situ -_- But finally! Sarapan! :D

Setelah itu Yoga, Taufan, Ardika, Audi, Ajeng, dan Tabita pulang dan kami berlima kembali ke rumah Ade, mau pamit gitu ceritanya, tapi ternyata orang tuanya Ade sudah berangkat kerja...sepertinya. Alhasil kami menjajah ruang tamu dan mengobrol ngalor-ngidul hingga akhirnya kami pulang dan kembali ke rumah masing-masing atau menuju acara masing-masing.

Ah senangnya~ Terima kasih Ade Rizal Hazmi! Selamat ulang tahun dan semoga hidupmu dianugerahi banyak berkah, aamiin. Jangan lupa bersyukur :) Semoga lancar kuliahnya juga! :DD


Eits, belum selesai. Ternyata yang ulang tahun di bulan Januari ini tidak hanya Ade, tapi Malin juga haha, Malinda Zhara Kusumawardani. Sebut tanggal nggak nih? Nanti kalau ketahuan kamu tua gimana Mal? haha Bertempat di destinasi pasta sekitar Jalan Solo, dikoordinatori oleh Ade dengan beberapa kekonyolan yang menjadi penyempurna kelakuannya (?). Bersama Grace, Eric, dan Monic. Here are the pics!

La tarte~
Making a wish or more!
Group pic! Tanpa Grace yang sudah pulang dan saya yang memotret

Buat Malin, selamat ulang tahun! Semoga cepat lulus sesuai rencanamu, kalau udah lulus jajain kita lho! haha atau bikinin tiramisu buatku, atau battle bikin sus sama Aziz :)) Wish you well and wish you the best :)

Love you guys! Bonne nuit! xx