Showing posts with label tentang hidup. Show all posts
Showing posts with label tentang hidup. Show all posts

Saturday, December 21, 2024

tulisan akhir tahun

Astagaa, dah lama banget nggak nulis wkwkkw
Btw, apakah sebaiknya saya melepaskan gaya penulisan baku yang selama ini saya coba untuk pertahankan?

Ngomong-ngomong nih, kenapa saya menulis? Yak, betul, saya stuck menyelesaikan pekerjaan a.k.a ini adalah sebuah pelarian.

Beberapa hari lalu aku nemuin ini nih, Blour, 25 Pertanyaan untuk Fresh Start di 2025. Dari sini aku dapetnya. Baik, tanpa berlama-lama, markijab-mari kita jawab.

These are the questions

1. Paling bangga di 2024 tuh waktu ke Prancis, sendiri! Haha. Not exactly sendirian sih, ketemuan sama temen, namanya Robin, di stasiun tengah-tengah gitu. Aku dari Brussels, dia dari Pau, ketemu di tengah-tengah, Nimes Pont-du-Gare. Baru deh setelah itu ke Ales naik bus dan dijemput temen satu lagi, Olivier, buat di bawa ke Florac-Trois-Rivieres. Long story short, aku kenal mereka lewat proyek penelitian gitu di Taman Nasional Komodo. Rencana awal mau perpanjang aja setelah kursus itu buat main ke rumah Robin, terus diceritain deh ke Olivier...blablabla "gimana kalau kamu ke sini aja, rumahku di dalem Taman Nasional Cevennes" (syok dikit rumahnya di dalem TN) "kan kami udah ke TNK, sekarang kamu yang ke sini, mumpung ada jalurnya" Gas nggak sih? Meskipun itu hitungannya informal exchange ya, tapi kapan lagi? Ketemu beberapa orang di sana dan bangga aja rasanya bisa merepresentasikan Indonesia ke sana (informally) <3

Bjir ini baru satu pertanyaan udah panjang lebar aja ngetiknya, yakin nggak berhenti di tengah-tengah, Iz?

2. Kata aku sih tahun ini tantangannya bukan timbul tenggelam yak, lebih ke ADA TERUS. But okay, let's be real yang paling dagdigdugduer tuh yang mana. Drrdrrdrrdrr (suara drum ceritanya) taraaa~ jadi pembicara wkwkwkwk. I am proud of myself though. Waktu itu sih kayak masih unreal aja, ilmu cetek gini ketiban sampur menyampaikan materi Peran dan Tantangan Generasi Muda dalam Pengendalian Antibiotik. Grogi parah, mana tandemnya udah profesor kan. Lancar sih alhamdulillah, but also made me think of what I should become, ngl.

3. Habit aku apa ya? Tidur jam 10/11 malem itu enak banget, Blour ternyataaaa, tapi cuma bertahan beberapa hari dan nggak nyampe seminggu deh kejadian tidur yang diniati tidur itu.

4. Ingin melepas...apa ya? Masa lajang? wkwkwkwk bukan. Kekang kewarganegaraan? WKWKWKWKKW canda dikit. Mari melepas status pendosa saja, meski katanya manusia kan tempatnya salah dan lupa bukan nabi boyyy sheeeeeeeeesh.

5. I'm still trying to get back up from the failures I had or am having this year though.

6. Sangkil.

7. BAHASAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA baru. French? Japanese? BISINDO? What do you think, Blour? Going inwards or outwards?

8. I've been living one deadline after another...so, yeah.

9. Gurl, I was born to tampil *snap snap snap* Upgrading my fashion/closet I think???? Sering dicengin sama besty-besty aku (they're very supportive though). Baru-baru ini checkout barang-barang via e-commerce dan yang milihin mereka luvssss sayangnya mereka nggak sekalian yang bayarin (yeu)

10. Punya proyek atas nama sendiri (salah satunya, I'm down for collaborations)

11. Home-workout. Pas liburan besok pengen tetep jalan juga wo-nya. Cihuuuuy aku mau liburan, Blouurrrr, doain lancar yaaa.

12. Menyukseskan jawaban nomor 4 sih kata aku.

13. Belajar, ngobrol sama temen-temen yang punya background berbeda-beda. Kejadian bener waktu ikut course Outbreak Investigations and Research. Pengen lagi, pengen mengaplikasikan juga. Tapi kalau udah kerja gini tu emang susah ya buat bener-bener immersed menikmati tiap-tiap kerjaan? Kayak...ini dikerjain, belum kelar, tapi harus pecah fokus ke kerjaan yang lain yang fokusnya itu beda... Pengennya sih punya split personalities gitu ya, pas ngurusin ini ya jadi ini, ngurusin itu jadi itu. Cuma kenyataannya terbatas kwkwkwkw pas ngurusin ini, kepikiran itu dan sebaliknya. Sayang aja gitu, pas udah selesai kerjaan-kerjaannya tuh berasa, oh? udah? I want that impact and sentiment.

14. Olahraga rutin, makan teratur, tidur cukup. These basic activities are actually difficult to maintain --"

15. Per minggu? I'll say me sleeping is also my me time, so kita anggap tiap hari tidur enam jam, dikali tujuh, 42 jam. Ya minimal segitu lah wkwkwk kayak kerja ya? Lebih sih kan ada waktu makan, ke toilet, mandi, skin care, olahraga, ngelamun. Dibalik aja kali ya, kerja delapan jam sehari, dikali tujuh, 56 jam. 168-56 berapa? 112 jam, bagi dua kali ya kan ada masa-masa quality time. Banyakin me time deh, 62 jam, 50 jamnya qtime.

16. My parents.

17. Yang 4K. Bukaaaaaan, bukan resolusi. 4K: Kooperatif, Koordinatif, Kolaboratif, Komunikatif. Wadaaaaaaaaw One Health banget nggak tuh?

18. Safe. I want people to feel safe being vulnerable around me. Nggak harus menye-menye atau gimana, bisa serius, bisa hahahihi, tapi when they feel like they want to open up or show their vulnerable sides? I'm there for them <3

19. Hubungan dengan YMK haha i mean, yknow. Hubungan diri sendiri juga. Pasalnya, terkadang aku nggak kenal siapa aku atau kurang melihat ke dalam. Terpaku gimana terlihat dari luar atau melihat ke orang lain, tapi nggak perhatian ke diri sendiri u,u

20. Potensi? Feeling aku banget, nih, Blouuuuuuuuuur aku ngerasa tahun depan bakal banyaaaaak kesempatan. Hambatannya adalah pengambilan keputusan dan kesiapan diri. Jadi inget ada kata-kata, keberuntungan itu saat kesempatan dan kesiapan bertemu. Kata-kata dari siapa ya itu? Selalu inget pas masa-masa biasa ATAAAAAAAAU pas kesempatannya udah terlewat karena merasa diri belum siap.

21. Bisa nonton Wicked: For Good di November 2025!!! (what? I will need to survive until then, thrive preferably)

22. Nulis lebih banyak kali ya? Hihihi membuat wacana baru di penghujung tahun 2024.

23. Penelitian S2 kelar. Proyek-proyek kerjaan kelar dengan baik dan/atau ada kejelasan. Berat badan mencapai angka baruuuuuuuuuu plis banget wkwkwkwkwk

24. Ambil kerjaan dari organisasi internasional itu.

25. Mau aku tulis, tapi jangan lah ya, aku tulis di mental memory aja, tapi takut lupa. I have a lot to prove to myself though, like A LOT. Wish me luck, Blour <3

Wkwkwkwkwkkwkw tidak kusangka selesai juga tulisan ini yang kukira akan berhenti di tengah-tengah seperti hal-hal lain yang kukerjakan. Ttyl xoxo

Friday, June 11, 2021

talking my heart out

Hai Blour,

Suasana hatiku hari ini agak campur aduk. I mean I have had these moods for as long as I can remember, mungkin semenjak kuliah, recurring. Being different is good right? At least it's not bad right? Tapi berbeda di sini tidaklah baik menurut mayoritas orang. If I could change it, I would, Blour. Bertahun-tahun aku mencoba untuk mengabaikannya, mencoba untuk mengembalikannya ke sisi "normal" and at what cost? I was stressed out, the heaviest I ever had. So I try to make peace with myself, even now I'm still trying. Cuz I promised myself that I won't take my own life, not now, not ever.

Aku menjalani hidupku, sebaik mungkin. Kuliah, organisasi, lulus, bekerja, it was going quite okay until...exactly today, one year ago, something major happened in my life atau mungkin bisa dibilang muncul ke permukaan.

It changes everything.

How I see others, how I see myself, how I value myself. I have always been careful, Blour, but what are the odds? Apakah tidak cukup yang kurasakan beberapa tahun silam? I still have hopes before. There are times that I want to share this life with and be happy. Meskipun itu tidak di sini.

No, I still want that to be frank, but who wants to have that life with me? With this living chaotic mess. Am I living tho, I'm not sure.

I used to have big dreams too, but I only have one now, an abstract one. I just want to be happy and not be a burden to anyone. Living my old days alone is fine, dying alone is also fine. *scoff* I'm not gonna lie if it ends today, I'd feel better. Make it quick and short. I would have less resentment for myself that way *sigh* but I guess my time has not come, yet.

My plan now is to find acceptance yang paling penting, dari diriku sendiri. Karena meskipun aku mencoba bertahan dan berjalan, aku merasa masih belum sepenuhnya menerima kenyataan. Kuharap dengan begitu, aku bisa menilai diriku dengan lebih baik and eventually be brave enough to picture myself with someone I care about.


10/06/2020 – 10/06/2021 #stayingalive

Thursday, October 8, 2020

Reality Check

Ah, aku sudah lupa mimpi apa semalam. Padahal aku ingin menjadikannya pembuka postingan kali ini.

Menjelang siang tadi aku terbangun dan mendapati gawaiku tanpa energi. Setelah kunyalakan, usap sana usap sini sembari menunggu nyawa siap diajak pergi (kerja). Aku mendapati kabar yang sepertinya gembira untuk orang yang aku ikuti. Aku cukup terkejut, agak tidak percaya, tapi aku senang karena dia masih melanjutkan hidup. Kemudian aku mandi dan bersiap untuk hari ini. Namun, rasanya aneh. Aku merasa sedih. Merasa hidup ini tidak adil. Air terasa dingin dan busa terasa fana. Terdengar seperti aku melebih-lebihkan, ya? Coba yang ini. Tanpa terasa sudut mataku terasa hangat. Setetes air mata turun dari sana, lambat, selambat guliran jariku ketika sedang di dunia maya. Tersendat, terasa berat. Apakah ini air mata yang pekat? Sebelum makna menghampiri benak, segayung air menderu, menghempasnya layaknya realita. Dia tersapu, membisu.

The stress that I felt while telling myself not to be stressed was a total perpetual terror. I thought a single condensed tear was already pathetic, even unrealistic, but a hysterical cry was worse. Eh, but those two expressed rather different feelings, so maybe I shouldn't be comparing them both. Might as well stop comparing myself to others. This time I had caused my coworker a late lunchbreak. Sheesh. Being late because I had to calm myself down never happened before.

I am the one to blame, aren't I? Tapi, kenapa harus aku? What did I do wrong?

Monday, September 7, 2020

Life is A Pie

Senin, 7 September 2020

        Hey, Blour. *sigh* I am not having the exact mood to write, but I am trying to finish what I started. Today's story is about a favorite movie. Well I'm gonna tell you, I have a bunch so, I'll write you one which I keep in my device ahaha. Lemme mention it that way, cuz I don't want no trouble.
I'm not a big fan of pastry and anything too sweet,
but this movie is an exception ðŸ¥§
        Waitress (2007) is a movie about Jenna, a woman, unfortunate enough to begin with I could say yet she has this wonderful gift to invent pies. She lives with a ruthless, unloving husband, all the bad things you could ever imagine. Seperti yang aku bilang sebelumnya, hidup Jenna cukup menyedihkan as in pitiful, not pathetic. She's been always been wanting to run away from his husband, starting a new life. Then one day, she is pregnant. Dimulai dari situ, kondisinya mulai rumit, ditambah pertemuan Jenna dengan dr. Pomatter --dokter kandungan pengganti dr. Mueler yang dulu membantu kelahiran Jenna-- He is a nervous, sweet, and ever loving man. Ya, mulai terbaca ya dari sini arah ceritanya? Okay, I won't tell you further because I don't want to spoil it.
        Film ini menitikberatkan pada Jenna yang merasa terjebak, tidak bisa beranjak dari suatu tempat, ditambah dengan kehamilan yang tidak dia inginkan yang membuatnya merasa semakin tidak bisa lepas dari kondisinya saat itu. Kenapa aku memilih film ini? Karena menurutku ceritanya cukup relatable, bisa dirasakan oleh banyak orang, salah satunya aku, tentu bukan dengan cerita yang sama ya kali aku hamil. Aku bisa berempati karena aku merasa tidak berkembang dan ingin memulai kehidupan yang baru saat ini. Rasanya aku tidak bahagia, tapi aku juga merasa masih bisa berjuang untuk itu. This movie is really captivating for me, tidak membosankan dari awal hingga akhir. Dibalut dalam genre comedy, drama, romance --my favorite genre-- PLUS ada makanan di dalamnya! I think I will never be bored. Adegan-adegan yang membuatku senang, sedih, haru, marah, dan...hangat. That's why I really love this kind of movie. Selain dari tokoh Jenna, karakter-karakter lain pun membawa arti yang besar. Becky dan Dawn rekan kerja sekaligus sahabat(?) yang saling mendukung satu sama lain. Joe, the owner of the diner, I think he is very sweet despite what he is trying to look like.
        Sepertinya ini ketiga atau keempat kali aku menonton film ini. Semakin sering kutonton, aku semakin bisa menangkap beberapa kalimat yang menurutku cukup mendalam. Salah satunya adalah ketika Jenna bertanya kepada Cal, apakah menurutnya dia laki-laki yang bahagia (a happy man)? Cal's answer didn't mean much to me back then, but now? It kinda does. Aku menulis ini sembari menonton filmnya, Blour, and I am certainly having my eyes dry like a pond in a rainy season.
        Just so you know, film ini juga dijadikan Broadway Musical with music and lyrics by Sara Bareilles. I would recommend anyone to have a listen to the album. I really hope someday I can break free from this cage that (I think) I'm trapped in, bring back the fire to my eyes and conquer this thing which slipped in without me knowing...and maybe watch the Broadway version live too 😊

Sunday, September 6, 2020

Status Quo

Minggu, 6 September 2020

        Hi, Blour! Today's topic is Single and Happy. Why would they be capitalized? Apakah mereka nama seseorang atau sesuatu? I can imagine someone named Happy, I have a friend with that name too, but who would name their child as Single? Haha. Okay, lemme start. First of all, I am not single. Second of all I am not happy. Aw, don't be sad. Tadi pagi saat aku mandi dan memikirkan kembali kalimat apa yang akan kugunakan untuk mengawali tulisan ini kemudian mendapatkan kalimat tersebut, I almost applied bodywash to my face, so, who am I kidding? I'm still single...but, happy? I'll tell you my story soon. Sebelum mulai, sepertinya ada lagu yang cocok untuk menemani Single Happy by Oppie Andaresta. Lagu zaman aku SMA, eh... *ngecek* rilis 2015??? Masa aku kuliah dong...perasaan aku tahu lagu ini dari radio dan waktu aku kuliah sudah jarang mendengarkan radio. Paling sering saat SMP dan SMA... *another memory fail*
        Anjirlah, kudengerin lagunya berkali-kali malah kalut -_- woy ah! Masih sore iniiiii 😖
        Ehm. Baik. Menurutku, single atau memiliki pasangan adalah sebuah pilihan. Yang merasakan juga aku sendiri. Tidak perlu lah untuk menuruti keinginan dan tekanan masyarakat, apalagi mengikuti trend bahwa harus memiliki pasangan emang ada trend kayak gitu? Milikilah pasangan saat sudah siap, pikirku. Karena sebuah hubungan pasti melibatkan orang lain, melibatkan perasaan juga kondisi mental mereka. I don't want to cause them heartache, because I don't like that feeling either (tapi kadang aku mengingat-ingat kenangan yang menyakitkan, just to feel that particular pain inside my chest sih) ....apakah aku seorang masokis.... Anyway, aku menulis begini bukan berarti aku tidak merasakan kesepian, some nights I do feel lonely, even on daylights, some days. Terkadang aku menginginkan apa yang dimiliki orang lain dalam konteks "punya pasangan". Because they seem to be happy. Memiliki seseorang yang peduli terhadap mereka, menghabiskan menggunakan waktu bersama, bercerita satu sama lain. Well, I do have friends and best friends to do that with, tapi seperti yang aku bilang sebelumnya, mereka memiliki kehidupan masing-masing. It wasn't a commitment. And I'm telling you, Blour, commitment scares me. I am horrified. Eh, bukan-bukan. Bukan berarti komitmen itu memiliki seseorang sepenuhnya, they can still live their lives, I don't own them in a literal way of speaking. Gimana ya? Aduh aku bingung. Kalau berteman kan semacam free spirit gitu, sedang ingin bercerita ke siapa ya terserah. Kalau sudah berkomitmen itu semacam ada sense of attachment(?) yang dirasakan satu sama lain...they rely on you and vice versa...AH pusing awak 😓 So, yeah, I choose to be single and I'm cool with that, but that doesn't mean I am 100% happy. Lebih karena pikiranku tentang bagaimana aku bisa menyakiti mereka, mengecewakan mereka yang membuatku berpikir berkali-kali sebelum memutuskan untuk berganti status. Plus, I don't know what I want and what will be my path in the future. I don't want to waste their time. Jadi ya, menurutku ini lebih baik.
         Tadi kan aku sempat menyebut lonely, ya, Blour. Ngomong-omong soal kesepian, I enjoy being alone, tapi merasa kesepian? Shit, I don't like that. Kesepian itu berbahaya. Bisa memicu timbulnya pikiran-pikiran negatif dan jika berkolaborasi dengan rasa bosan, hmmm, segera cari pengalih pikiran. Menurutku sih begitu. They are enough to make you forget about your common sense and principles. I did some stupid and regretful actions because of them. I was careless and do I want to turn back the time? You have no idea. Jadi, untuk orang-orang di luar sana yang bisa bertahan dan terus melawan, bravo! You are doing great and please keep doing that! I am proud of you. Manfaatkan hal-hal yang bisa kamu gunakan. Karena tidak ada yang salah untuk mencintai diri sendiri (asalkan tidak merugikan orang lain). Mungkin orang lain akan melihat dengan tatapan aneh terhadap kesukaanmu untuk berkreasi, bermain game, fanboying/fangirling, mengoleksi figurines, dan lain sebagainya, but as long as they keep you sane kenapa harus terganggu dengan kata mereka?
        Here is another song which hit me home and a picture I bookmarked from Twitter as a reminder. See you on the next writing, Blour 🙋
it says,"via Peteski", but I do not know who that person is

Saturday, September 5, 2020

Childhood Rants

Sabtu, 5 September 2020

        Hi, Blour. I am not so ready to write this one. I was thinking of writing about parents from my POV, like in general, but then I read the list again and it says “your parents”. How do I gonna write this? Hufffffff. Okay, I am okay.
        My parents are just like any other parents, they have their good sides and also less good (from what I think) sides. Nothing special, but I love them. Karena kau tahu, Blour, setiap orang tua pasti memiliki cara masing-masing untuk menjalani rumah tangga dan mendidik anaknya. Aku bersyukur memiliki orang tua seperti beliau. I would not lie to myself, because what I am today adalah karena orang tuaku juga. Jika aku mengingat-ingat cerita mereka, kadang aku berpikir apakah aku bisa sebaik mereka, sekuat mereka? Karena ya, perjuangan orang tuaku terdengar sangat besar dibandingkan aku. Meskipun aku sadar bahwa tantangan tiap generasi berbeda-beda. If I ever gonna be a parent, would I be better or at least as good? Kembali lagi ke kalimat ketiga di paragraf ini.
        Ada beberapa tahun dalam hidupku yang aku rasa sangat diatur oleh mereka. Masa-masa ketika aku duduk di bangku sekolah dasar, hingga awal SMP. Lebih tepatnya ke ibuku sih, eh setelah kuingat-ingat lagi sampai awal kuliah. Semacam beliau menginginkanku untuk bisa mencapai ini itu. Saat aku masih SD, aku diikutkan lomba saritilawah dan pidato bahasa Inggris. Maybe she saw me having the potential to do so. Beliau juga ingin aku bisa adzan di masjid, tilawah, dan ikut pesantren. Tapi, Blour, dari sekian banyak kata-kata motivatif dan persuasif beliau ke aku, yang cukup teringat adalah karena kedua kakakku sudah punya keinginannya masing-masing (redaksi sedikit dirubah). Jadi karena aku masih muda, masih bisa dibentuk lah istilahnya, aku dipakai untuk memenuhi keinginan beliau. Kasarannya begitu. I was quite stressed out back then. Ketika teman-temanku bermain, aku latihan, ketika teman-temanku study tour ke Bali, aku lomba. I was kinda sad. As an obedient kid, I did it anyway. Such a people pleaser. Namun, saat mm aku sudah punya kartu tanda penduduk, aku mulai sadar bahwa yang dilakukan beliau tujuannya baik. Toh dari situ juga aku bisa seperti sekarang. Cukup bisa berbicara di depan publik, cukup percaya diri dengan kemampuan bahasa Inggrisku, cukup mahir untuk lamis dan sepik-sepik, dan masih banyak lagi hal-hal positif yang berawal dari sana. Jiwa kompetitifku sepertinya juga dari sana. Cukup ambis sih aku ini, Blour, tapi ya kadang kalau tidak terpenuhi jadi membuatku cukup stres. Ngomong-ngomong soal tidak terpenuhi dan stres, ada kenangan yang sangat membekas ketika aku kecil. Dulu, kan kalau belanja biasanya ke Indogrosir --salah satu supermarket di Jogja-- Ketika itu, dari rumah aku sudah menginginkan untuk membeli sesuatu. Pokoknya pingin banget! (entah apa aku lupa, makanan atau majalah gitu). Nah, ternyata sesampainya di sana, nggak kebeli. Perasaanku kala itu adalah sedih dan marah, tapi tidak bisa apa-apa. Kalau tidak salah ibuku berkata,“mulane nek kepingin rasah banget-banget, mengko nek ora keturutan iso getun ngene iki” (translate: makanya kalau ingin sesuatu jangan terlalu besar, kalau tidak kesampaian bisa kecewa berat seperti ini). Those words made me even madder, tapi sekarang? Well, she was being realistic. Aku cuma belum sampai untuk memahami kala itu, haha.
        My dad compares to none on being strict. One time there was a pendakian massal saat SMA dan beliau tidak memperbolehkanku untuk ikut. I was obviously sad, because that might be my only chance of mendaki gunung lewati lembah sungai mengalir indah ke samudra. Begitu pula saat aku KKN, tapi saat itu Gunung Rinjani pascaerupsi, sih, jadi ya....., tapi teman-temanku yang lain mendaki dan tidak apa-apa...aku kan...juga mau :( Kemudian ada lagi, kalau beliau marah, tidak perlu membentak, tidak hanya aku, kakak-kakakku juga pasti merasakan. Ya namanya masih senang kumpul-kumpul ya, haha hihi, berkegiatan bersama teman-teman kadang lupa waktu. Awalnya ditanya jam berapa pulang, kok belum pulang...sampai pada “FAIZ” atau “PULANG”, tanpa tanda seru tanpa tanda titik. Yak di situ saya tahu, tidak bisa lagi untuk negosiasi dan “guys, aku harus pulang ehehehe”.
        Ceritanya lebih banyak tentang ibu ya? Karena memang lebih sering sama ibu, cerita juga ke ibu. Kalau bapak lebih dekat dengan kakak perempuanku. Apa memang kebanyakan begitu ya? Ah tidak juga sepertinya. I thought this post would be emotional, but, turns out to be some kind of rants from my childhood :)) I love you, mom, dad. Please be well. Don't worry about me :)
me with my parents, back in November 2019 saat aku mengantar Bapak Ibu piknik.


Sunday, June 28, 2015

And V

Sunday, June 28th 2015


Is it normal? Oh, no that's not the question.. Is it acceptable is more of the question.

There have been a lot of thoughts in my mind lately, Blour. Well, not that I have no thoughts in my everyday, it's just sometimes there are times that you have something in particular going on and on and just keep going around like crazy in these narrow head of ours, or is it? Too much heart involved, and a little sprinkles of soul. *sighs* There's this feeling, that you wanted to have something so badly, is it envy? No, I guess not, envy is when you want the same thing that you don't have but others have. Well, practically others have it, no matter what they are, what they they look like, or how they work things out and stuffs. *scoffs* ...and that's really not happening in my life. You know, Blour, that's the thing, that's the...you know...the thorn in my feet, the grudge in my throat, or even the butterfly in my guts.

source: http://tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/FriendlessBackground
Sometimes, I envy people, for them who doesn't need to try so hard to fit in and to them that finally fit in. No pretending. Good job society.


(Now Playing: Colbie Caillat - Try)

Saturday, June 14, 2014

Brace Your Soul(s)!

Sabtu, 14 Juni 2014


Selamat menjelang siang, Blour! Salam semangat dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan yang sedang menguatkan jiwa untuk menghadapi minggu-minggu penuh ujian. For your information, kami belum menempuh minggu tenang kami, akan tetapi mulai hari Senin, deretan ujian telah menunggu, responsi tepatnya.

Seringkali aku mendapatkan pertanyaan yang intinya,"Responsi itu apa?" Jadi, Blour, responsi itu adalah ujian praktikum. Kalau fakultas yang tidak ada praktikum, mungkin namanya ujian praktik. Semacam menguji apakah ketika kami praktikum itu memperhatikan atau tidak. Kemarin ini juga baru saja dilaksanakan Responsi Fisiologi Veteriner I yang mungkin akan dianggap kurang berhasil oleh asisten karena salah satu mahasiswanya ada yang menulis 20 menit itu 1/5 jam *ehem* #topikkemarin

Anywaaaaaaaaaaay, hari ini rencananya mau mencicil belajar untuk ujian-ujian itu, dan pada kenyataannya berakhir dengan aku menulis di kamu, Blour, tanpa pencapaian apapun kecuali postingan ini dan kemajuan di permainan Facebook, iya, Dragon City *sebut merk*. Bahkan baju kotorku pun masih terbengkalai ha ha ha.

Oh iya, Blour, nanti rekan-rekan dari UKM Swagayugama juga akan mengiringi Pentas Perpisahan SMA Taman Madya Ibu Pawiyatan Taman Siswa yang berkolaborasi dengan siswa SD dan SMP yang ada di sekolah tersebut, bertemakan Dolanan Anak, dan bertempat di Pendhapa Taman Siswa pukul 7 malam (semoga tidak ada yang salah penyebutan) Kebetulan saya akan ikut main~ dan anggap saja ini juga pentas. So, this would be my third performance as a pengrawit. If you want to come and watch, please do :) Kalau tidak salah, acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Yeay~ Malah semacam promosi kan... :|

So.. there're a lot to be done. Pelajaran pada hari ini sih, kalau sudah (ter)bangun di pagi hari, segerakan beraktivitas, bukan malah tidur lagi dan bangun lagi untuk kedua dan ketiga kalinya. Biar waktunya tidak terbuang percuma hahaha haha haha ha. That's all, Blour. Ttyl dan semangat~! xx

Wednesday, June 11, 2014

Sorry

Tuesday, 11 June 2014



I'm sorry, for being a weakling.
I'm sorry, for being a worry in your mind.

I'm sorry, for being your loved one.

You saw me with those eyes of both caring and upset, but you still did favors for me, as what you might be afraid of was losing me or seeing me in trouble... or you just simply wanted me to shut up and bother you no more. I acted strong, but strong doesn't always suit me. So I acted calm, but it overwhelms you. So I stopped, because me too, I do too, care to you.

Sunday, February 16, 2014

Real World, not Photoshopped

Sunday, February 16th 2014


Good evening, Blour! How's life? So what happened in Indonesia lately, there had been disasters happening. One of them was the eruption of Mt. Kelud in East Java on Thursday night, February 13th 2014. You can tune in to the media to know the updates, because I'm not gonna describe any further. The impacts had been spreading far, especially the ash rain which had gone west. As much as I know, it had travelled reaching West Java.

What I would like to write on you is this...
this is the trace from the mat I took while I was sweeping the ash away
then an idea popped up in my head saying,"would it be very nice if this life had the eyedropper tool, just like in the photoshop? I could just clean everything in an instant!" But no, the fact is not that simply convenient. Life ought us to spend our soul to get what we desire, or what we deserve. That, which I think could be applied to everything in this life might not be a mere thought.

Speaking of which, what I got until today could be just the fate which God had written to me, then again it could be because I was able to use what had been given to me. Who knows? But anyway, whichever is the most suitable, it will still depend on what I do for my life. There are thousands even millions choices for me to choose*, so what am I waiting for? If I want to be prominent or at least be recognized, I will just be myself. Be original. I won't just sit there sulking and holding grudges, DUH! I'm not going to get easily influenced by the things around, I've got principle. It might be so easy for me to say and it might not be precisely how I live my life who am I kidding here? hypocrite does exist! but it's my life. That makes it worth an infinite shot, am I right? :)

In the end, you might just want to mock me for what I wrote, but oh what can I do? At last, I'm trying to prepare myself for what I deserve. I'm gonna be real, be original, not photoshopped. That's all, Blour. Ttyl xoxo


*terms and conditions may apply

Monday, July 15, 2013

Motivasi Abstrak

Senin, 15 Juli 2013


ini pengalamanku dan belum lama bahkan sekarang aku masih berada di dalamnya. berada di antara generasi yang berbeda denganku kini memberi dampak yang berbeda. aku tidak lagi hanya diam dan mengurung diri dalam ruang introver(t)si. kini aku mulai mencoba untuk berperan, untuk bergabung dalam apa itu kehidupan. hanya saja, bukan ini yang ingin aku tuangkan.

akhir-akhir ini pikiranku begitu melayang menuju ketika aku dewasa kelak, atau mungkin terlalu dewasa. itu hanya kesimpulan kecilku saja. sebenarnya pikiran yang muncul itu dipicu oleh beberapa hal saja. kemarin aku melihat seorang kakek yang mengenakan peci yang salah satu sisinya tidak sengaja terlipat. entah kenapa, bayangan ketika aku tua itu muncul. bayangan ketika aku akan berangkat ke masjid dan peciku mengalami hal yang sama dengan kepunyaan beliau...di sana ada istriku yang akan membenarkan peciku. aku malu menuliskan ini, terdengar tidak sesuai dengan usiaku.. haha

tidak hanya itu. beberapa malam yang lalu aku menonton film Song for Marion yang menceritakan kehidupan di masa tua. dan bayangan itu muncul lagi, mengenai apa yang akan terjadi kelak diusiaku yang ditentukan. membuatku berpikir apa yang akan aku lakukan di kala itu...atau apa yang aku lakukan sebelum itu. mengenai...mungkin semuanya.

memang sebelumnya aku pernah berpikir mengenai kehidupanku di masa tua, kehidupanku menjadi orang tua...hanya saja bukan di bagian ini. ah, mungkin ini pengaruh hal itu. pengaruh kehadiran seseorang yang entah bagaimana bisa mengalihkan duniaku. padahal beberapa waktu lalu aku tidak begitu yakin ada yang dapat mengalihkan pikiranku dari apa-apa saja yang sering muncul dalam benakku. kini hampir setiap waktu dia muncul di kepalaku. aku harus menguranginya, ini tidak sehat, haha. sebut aku sinting atau apapun sesukamu, Blour, tapi ini yang aku alami dan aku rasa aku tidak sendirian.

sepertinya bukan sebuah kesalahan jika aku memikirkan masa tuaku yang juga masa depanku di usiaku yang sekarang. setidaknya aku memiliki gambaran untuk aku bingkai. sebuah abstraksi untuk motivasi. disamping hal-hal yang esensiil, kini persiapanlah yang berarti. karena seseorang akan dipersatukan dengan orang yang "sepadan", bukankah itu dapat diartikan sebagai berdiskusi dengan dirimu sendiri?